Bisnis Hotel Berbintang Terganjal Tren Penurunan Lama Menginap Turis

Lama menginap wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di hotel berbintang Indonesia kian menurun pada tahun ini.
Yanita Petriella | 05 November 2018 13:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Lama menginap wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di hotel berbintang Indonesia kian menurun pada tahun ini.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier Daulay mengatakan, rerata lama menginap turis sepanjang tahun ini hanya 2—3 hari. Padahal, tahun lalu mencapai rata-rata 5—6 hari.

“Penurunan ini karena pengaruh kondisi ekonomi yang cukup sulit tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (4/11/2018).

Rainier mengungkapkan, faktor lain yang memengaruhi penurunan lama menginap turis adalah kian ketatnya persaingan hotel berbintang dengan Airbnb dan bisnis homestay.

“Rerata wisatawan menginap di hotel berbintang hanya 2 hari-an.Sisanya kebanyakan di homestay dan Airbnb,” katanya.

Dia berharap pemerintah dan pelaku usaha sektor pariwisata segera membahas strategi agar dapat memperlama waktu inap turis, khususnya di hotel berbintang.

“Kita harus duduk bersama, bahas atraksi apa yang bisa membuat mereka lama tinggal di hotel berbintang, dan perbesar spending serta pengaruh ke devisa,” ucap Rainier.

Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia Azril Azahari berpendapat, mayoritas turis saat ini lebih memperhatikan aspek penghematan untuk menekan biaya akomodasi. 

“Untuk akomodasi memang wisman dan wisnus lebih memilih menginap murah seperti di homestay dan Airbnb karena hanya untuk tidur dan mandi,” ujarnya.

Selain itu, wisatawan menyukai tempat penginapan yang menawarkan nuansa kultur yang otentik layaknya hidup bersama dengan masyarakat lokal.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto memaparkan, rerata lama menginap wisman dan wisnus di hotel bintang di Indonesia mencapai 1,97 hari selama September 2018. Angka ini tidak berubah secara year on year.

Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2018 atau secara month to month, rerata lama menginap pada September 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,03 poin.

“Secara umum, rerata lama menginap tamu asing pada September 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,85 hari dan 1,79 hari.”

Tag : perhotelan
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top