Ini 4 Saran Kementan untuk Stabilkan Harga Telur

Kementerian Pertanian mengizinkan para peternak layer mengafkir dini ayam yang sudah tua untuk memperbaiki harga telur dan meningkatkan kualitas telur di tingkat peternak.
Pandu Gumilar | 01 November 2018 18:12 WIB
Peternak mengambil telur di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian mengizinkan para peternak layer mengafkir dini ayam yang sudah tua untuk memperbaiki harga telur dan meningkatkan kualitas telur di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita saat melakukan  pertemuan dengan Peternak Ayam Petelur Mandiri Jawa Timur menyampaikan beberapa langkah sebagai solusi untuk memperbaiki harga telur di tingkat peternak.

Pertama, Ketut mengizinkan peternak untuk segera meregenerasi ayam yang sudah tua dan afkir, karena hal tersebut membuat produksi peternak tidak ekonomis dalam pemeliharaannya. Dengan meregenerasi kualitas telur akan meningkat sehingga masa simpan telur bisa lebih lama.

"[Regenerasi perlu] sehingga saat harga telur turun, penjualan masih bisa ditahan," katanya, Rabu (1/11/2018).

Kedua, Kementan meminta  kepada perusahaan Pembibit untuk meningkatkan kualitas bibit ayam (DOC), sehingga DOC yang diproduksi dan dijual ke para peternak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara DOC yang tidak memenuhi SNI harus dimusnahkan untuk menjaga kualitas dan tidak merugikan para Peternak.

Ketiga, peternak harus meningkatkan produktivitas telur agar  efisiensi dan para peternak bisa mendapatkan margin yang lebih baik.

"Keempat, Peternak dihimbau untuk membangun kebersamaan dengan menguatkan koperasi yang mengarah kebentuk korporasi sesuai kebijakan pemerintah. Dengan begitu diharapkan peternak dapat mampu bersaing, serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika membeli DOC dan pakan. Demikian juga untuk memasarkan telur," katanya.

Ketut pun menyarankan agar peternak maupun koperasinya terus membangun jaringan  pasar agar  distribusi telur memiliki opsi lain disamping memenuhi kebutuhan DKI Jakarta. "[Peternak] harus mengembangkan pemasaran ke provinsi-provinsi lain yang tingkat kebutuhan  telurnya tinggi,"pungkasnya.

Tag : telur, peternakan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top