Black Box yang Ditemukan Kemungkinan Besar Flight Data Recorder

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Suryanto Tjahjono mengatakan bahwa black box berhasil ditemukan pada Kamis (1/11/2018) pagi. Suryanto menduga black box yang ditemukan adalah flight data recorder (FDR).
Muhammad Ridwan | 01 November 2018 19:27 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Suryanto Tjahjono saat mengumumkan black box yang ditemukan. - Bisnis/Muhamad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim operasi pencarian dan pertolongan telah berhasil menemukan dan mengangkat kotak hitam atau blackbox ke daratan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Suryanto Tjahjono mengatakan bahwa black box berhasil ditemukan pada Kamis (1/11/2018) pagi.

Suryanto menduga black box yang ditemukan adalah flight data recorder (FDR).

“Ini kemungkinan besar adalah flight data recorder, nanti sampai di lab kita akan tahu apakah ini sebenarnya FDR atau CVR, tapi kami cenderung lebih kemungkinan besar flight data recorder,” ujarnya di Jakarta International Container Terminal, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

FDR merekam seluruh data penerbangan berupa angka yang merekam seluruh penerbangan pesawat.

"FDR berisi rekaman data flight seperti kecepatan, arah, ketinggian, semua ada di data record itu, jadi sekali lagi mudah-mudahan dengan ditemukannya FDR ini kita bisa menguak misteri kenapa pesawat ini mengalami kecelakaan,” ucapnya.

Tim SAR gabungan masih terus berupaya untuk mencari badan pesawat dan cockpit data recorder (CVR) sebagai data pembanding dalam proses investigasi KNKT.

Setelah diperlihatkan kepada awak media, black box tersebut langsung dibawa menuju Laboratorium KNKT di Gambir, Jakarta untuk segera diteliti.

Suryanto menjelaskan, untuk mengunduh data dalam black box diperlukan waktu satu sampai dua pekan.

Tag : knkt, lion air jatuh, black box
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top