BBM 1 HARGA, BPH Migas Resmikan Penyalur BBM ke-83 di Maybrat

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meresmikan lembaga penyalur bahan bakar minyak ke-83 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 86.984.14 di Distrik Ayamaru Timur, Maybrat, Papua Barat.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 01 November 2018 20:49 WIB
Warga antre BBM di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan BBM. - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, MAYBRAT, Papua — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meresmikan lembaga penyalur bahan bakar minyak ke-83 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 86.984.14 di Distrik Ayamaru Timur, Maybrat, Papua Barat.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan bahwa peresmian ini sesuai dengan Permen ESDM No. 36/2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional yang mengamanahkan BPH Migas sebagai badan yang ditugasi untuk mengawal agar jenis BBM tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama.

Didampingi oleh Bupati Maybrat Bernard Sagrim dan Manager Retail Fuel Marketing Region VIII PT Pertamina (Persero), Fanda Chrismianto,  Fanshurullah mengatakan bahwa BBM Satu Harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya.

Selain itu, dalam implementasi program BBM Satu Harga di Kabupaten Maybrat, BPH Migas berharap agar setiap pihak antara lain pemerintah daerah, pengusaha dan Pertamina dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik dalam menciptakan sistem yang dapat memudahkan masyarakat agar mudah mendapatkan BBM secara adil.

"Jangan sampai ada hal-hal yang dapat mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM," katanya, Kamis (1/11).

Dalam hal ini, pembangunan SPBU Kompak di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya.

"Oleh karena itu perlu ada  pengawasan dari Pemerintah daerah dan Aparat agar Penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran, tidak boleh ada Industri dan oknum yang menikmati Program BBM Satu Harga ini."

Untuk diketahui, BPH Migas menargetkan untuk membangun 160 Penyalur BBM Satu harga pada 2017-2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbm satu harga

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top