OUR OCEAN CONFERENCE: Uni Eropa Bikin 23 Komitmen Baru

Pada konferensi Our Ocean (OOC) ke-5 di Bali tahun ini, Uni Eropa mengukuhkan 23 komitmen baru untuk meningkatkan kondisi kesehatan Iautan dan pengelolaan potensinya.
Pandu Gumilar | 30 Oktober 2018 14:18 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang bersama Perwakilan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kedua kiri), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) mengunjungi ruang pameran dalam gelaran Our Ocean Conference 2018, di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - JIBI/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, MANGUPURA – Pada konferensi Our Ocean (OOC) ke-5 di Bali tahun ini, Uni Eropa mengukuhkan 23 komitmen baru untuk meningkatkan kondisi kesehatan Iautan dan pengelolaan potensinya.

Komitmen anyar tersebut meliputi penyediaan 100 juta euro bagi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam rangka penanganan polusi sampah plastik, dan alokasi dana sebesar 82 juta euro untuk kegiatan riset laut dan kelautan termasuk kajian seputar ekosistem. Selain itu, pemetaan dasar Iaut dan pengembangan sistem akuakultur yang inovatif.

Komitmen baru Uni Eropa ini juga dalam bentuk investasi senilai 18,4 juta euro untuk menciptakan ekonomi biru Eropa yaitu sektor ekonomi yang bertumpu pada Iautan dan berbagai sumberdaya yang berkelanjutan.

Komisioner Uni Eropa Karmenu Vella, yang bertanggungjawab atas urusan Lingkungan, Kelautan dan Perikanan menjelaskan semua orang membutuhkan Iautan, begitu juga sebaliknya. Maka sebab itu, mengurangi sampah laut dan sumber-sumber polusi Iainnya, menghentikan penangkapan ikan ilegal dan mendukung ekosistem laut yang rapuh harus segera dilakukan.

“Kita perlu memantapkan ekonomi biru melalui penciptaan pekerjaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan didukung penelitian yang canggih dan teknologi mutakhir. Berdasarkan alasan inilah kami memandang perlu lahirnya komitmen-komitmen tersebut,” tegasnya pada Selasa (30/10).

Selain itu, demonstrasi program observasi bumi yang diinisiasi Uni Eropa dan diberi nama Copernicus, menjadi salah satu hal yang dipromosikan dalam daftar komitmen baru tersebut.

Dukungan bagi program tersebut sebesar 30 juta euro bagi keamanan kelautan dan riset-riset yang didedikasikan untuk Iayanan Iingkungan pesisir untuk memperkuat keamanan dan penegakan hukum kelautan.

Komisioner untuk Pasar Dalam Negeri, Industri, Kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Uni Eropa Eleieta Bienkowska menambahkan observasi bumi membantu warga di seluruh dunia untuk melawan perubahan iklim, memonitor ekonomi biru dan polusi Iautan atau untuk menangani bencana alam.

“Saya bangga menyebutkan bahwa Copernicus adalah proyek unggulan UE. Inisiatif ini, secara berhasil dan mengesankan, telah membantu Negara-Negara Anggota UE dalam menjaga Iaut yang aman, bersih dan stabil secara Iingkungan hidup,” katanya.

Uni Eropa, lanjutnya tidak hanya beraksi dalam Iingkungannya saja, namun juga secara global. Sebagai salah satu wujud komitmennya, Uni Eropa bergabung dengan Program Lingkungan Persatuan Bangsa-Bangsa dan mitra-mitra internasional lainnya dalam membentuk koalisi akuarium dalam memerangi polusi plastik.

Sampah Iautan di Asia Tenggara, khususnya di China, Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam akan ditangani melalui berbagai proyek yang didukung dana sebesar 9 juta euro dari Uni Eropa.

Di samping itu, masih terdapat dana sebesar 7 juta euro yang dialokasikan bagi perlindungan ekosistem laut yang ada di kawasan tersebut. 

Tag : kelautan, maritim, our ocean conference 2018
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top