Menhub Tawarkan Investasi Infrastruktur Transportasi Strategis di 3 Wilayah

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kembali menawarkan sejumlah proyek infrastruktur transportasi strategis kepada para investor dalam upaya meningkatkan konektivitas domestik dan internasional di Indonesia.
Ilham Budhiman | 13 Oktober 2018 08:50 WIB
Bandara Kualanamu - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kembali menawarkan sejumlah proyek infrastruktur transportasi strategis kepada para investor dalam upaya meningkatkan konektivitas domestik dan internasional di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam seminar kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Keuangan dengan lembaga pemeringkat keuangan Internasional Standard and Poors (S&P) Global Rating bertema “Infrastructure and Sustainable Financing in Asia Sovereign Ratings Outlook” di Hotel Conrad Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Semintar tersebut termasuk dalam rangkaian acara Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 .

Budi Karya mengatakan terkait dengan adanya program "Belt and Road" milik Pemerintah China, Pemerintah Indonesia fokus membangun infrastruktur transportasi di tiga wilayah Indonesia yaitu Sumatra Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut), dan Bali dengan total investasi yang dibutuhkan sebesar US$15,1 miliar.

Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai penting dilakukan demi meningkatkan konektivitas domestik dan internasional di Indonesia.

Untuk Sumut, ada tiga moda transportasi yang dibangun yaitu moda kereta api, moda laut, dan moda udara. Program pembangunan di bidang transportasi di provinsi itu terdiri atas pembangunan KA Pematang Siantar–Parapat dan KA Rantau Prapat–Duri–Dumai sepanjang 505,1 kilometer (km) dengan total investasi US$1,208 miliar.

"Pada moda laut, kami akan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung dan Terminal Kontainer Kuala Tanjung dengan nilai investasi $3,8 miliar,” papar Menhub dalam keterangan resmi, Sabtu (13/10).

Untuk moda udara, infrastruktur yang ditawarkan di antaranya pembangunan Bandara Sibolga, Bandara Silangit, dan kawasan Aertropolis di Bandara Kualanamu dengan nilai investasi sebesar $796 juta.

Untuk wilayah Sulut, Budi Karya menawarkan pengembangan Pelabuhan Internasional Bitung bernilai $2,55 miliar. Kemudian, pembangunan jaringan KA sepanjang 116 km dengan rute Pantai Paal–Bitung–Manado–Tomohon–Tondano dengan nilai total investasi $1,078 miliar.

Sementara itu, untuk meningkatkan konektivitas dalam mendukung program pariwisata serta memperkuat bisnis logistik di Bali, pemerintah berencana membangun jaringan kereta api dan bandara di Bali Utara termasuk mengembangkan Bandara Internasional Ngurah Rai.

“Di Bali, kami sedang merencanakan pembangunan jaringan KA dengan nilai investasi $1,747 miliar. Kami juga merencanakan pembangunan Bandara Bali Utara dan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan nilai investasi yang dibutuhkan sebesar $3,668 miliar,” ujar Budi Karya.

Dia menambahkan Pemerintah Indonesia akan menyediakan insentif untuk investasi di sektor industri, pariwisata, dan kawasan ekonomi khusus. Selain itu, pemerintah bakal memfasilitasi investasi dengan reformasi fiskal, deregulasi, kebijakan untuk pemberantasan korupsi serta kebijakan reformasi di sektor teknologi informasi dan komunikasi.

Tag : infrastruktur, kemenhub
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top