KM Melinda 01 Pengangkut 1.000 Ton Bantuan Bakal Tiba di Palu

Sekitar 1.000 ton bantuan logistik kembali diantarkan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami, Palu dan Donggala menggunakan KM Melinda 01 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu Sulawesi Tengah pada Senin (8/10/2018).
Ilham Budhiman | 09 Oktober 2018 16:34 WIB
Aktivitas bongkar muat kendaraan di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (10/10). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 1.000 ton bantuan logistik kembali diantarkan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami, Palu dan Donggala menggunakan KM Melinda 01 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018).

Diperkirakan kapal kemanusiaan ini akan tiba di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (10/10) dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 70 jam.

Kapal kemanusiaan yang mengangkut bantuan logistik tersebut merupakan kerja sama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang mengoperasikan KM Melinda 01, dengan Aksi Cepat Tanggap ACT), Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan PT Citrabaru Adinusantara.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan KM Melinda 01 yang didapuk menjadi kapal kemanusiaan yang membawa 1000 ton bantuan logistik bagi korban bencana di Palu dan Donggala merupakan berkomitmen perseroan mendukung mobilisasi bantuan yang dikirimkan oleh masyarakat, instansi, maupun komunitas donor.

Menurutnya, kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala membawa 1.000 ton bantuan kemanusiaan dan ambulans. Adapun, sebanyak 500 ton di antaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya. Ratusan ton beras tersebut dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf - ACT, melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW). Untuk ratusan ton sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya. 

Berbagai jenis bantuan pangan dan logistik ini dihimpun dari masyarakat Indonesia, seperti dari Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya sejak Rabu (3/10/2018) hingga Minggu (7/10/2018) di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) Surabaya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

General Manager PT ASDP  Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya Rudy B. Hanafiah mengatakan telah mengerahkan bantuan kapal untuk evakuasi dan mobilisasi bantuan sejak bencana Lombok terjadi pada bulan Juli 2018. Armada ASDP langsung dikerahkan dari cabang-cabang terdekat ke lokasi terjadinya bencana.

Kali ini, bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur (Jatim) dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu yang diberangkatkan dari dermaga Ujung, Tanjung Perak Surabaya. 

“Ini adalah kali pertama kapal cargo berangkat dari Surabaya, sebelumnya PT ASDP juga memberangkatkan KMP Drajat Paciran ke Palu yang membawa bantuan logistik serta peralatan dari PLN dan AirNav Indonesia untuk menghidupkan kembali jaringan listrik dan bandara,” tuturnya.

Saat ini, ASDP juga mengerahkan lagi KMP Julung-Julung yang bertolak dari Pelabuhan Kariangau, Balikpapan menuju Pelabuhan Taipa, Palu pada Selasa (9/10) pukul 08.00 WITA. Kapal ini membawa sebagian logistik Bantuan Presiden RI Joko Widodo berupa air mineral dan makanan ringan.

“Logistik Bantuan Presiden yang terdiri dari 1.500 box air mineral dan 1.500 box biscuit ini diperkirakan tiba di Pelabuhan Taipa, Palu pada Rabu (10/10) puku 07.00 WITA,” ujarnya.

Tag : Gempa Palu
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top