Almarhum Antonius Gunawan Agung Dianugerahi Adikarya Dirgantara Pralabda

Kementerian Perhubungan memberikan tanda kehormatan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) almarhum Antonius Gunawan Agung yang meninggal saat terjadi gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Rio Sandy Pradana | 04 Oktober 2018 12:42 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikantanda kehormatan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada orang tua almarhum Antonius Gunawan Agung, Kamis (4/10). - Dok. AirNav Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan memberikan tanda kehormatan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) almarhum Antonius Gunawan Agung yang meninggal saat terjadi gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
 
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
 
"Ini satu penghargaan yang diberikan pada satu sosok berjasa bagi dunia aviasi yang bisa menjadi contoh untuk kita semua dalam menjalankan tugas," tuturnya, Kamis (4/10/2018).
 
Budi Karya menambahkan pihak keluarga telah ditawari untuk memakamkan Agung di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihak keluarga juga diklaim sudah menyetujui tawaran tersebut.
 
Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto sangat mengapresiasi pemberian anugerah ini. Sebelumnya, AirNav Indonesia juga telah menaikkan pangkat Agung sebanyak dua tingkat.
 
"Meski beragam apresiasi diberikan, jasa dan dedikasi Agung selamanya tidak akan mampu dinilai dengan materi," ujarnya.
 
AirNav Indonesia memberikan manfaat pensiun kepada ahli waris senilai lebih dari Rp800 juta dan 25 gram emas batangan.

Selain itu, kedua saudara kandung Agung diberi kesempatan untuk bergabung menjadi personel layanan navigasi penerbangan AirNav Indonesia. Kebutuhan pelatihan dan pendidikan untuk sekolah lalu lintas penerbangan juga akan difasilitasi oleh perusahaan.
 
Dalam kesempatan yang sama, pilot Batik Air ID 6231 yang diarahkan Agung saat gempa terjadi, Ricosetta Mafella, menganggap almarhum sebagai penjaga angkasa.
 
"Dia adalah penjaga angkasa karena dia satu-satunya orang yang bisa menolong untuk membatalkan take off saat kejadian emergency di runway," katanya.

Tag : kemenhub, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top