GEMPA PALU-DONGGALA, Pelabuhan Pantoloan Beroperasi Optimal Angkut Logistik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, agar bisa disandari kapal-kapal pegangkut logistik dan penumpang. Pada Rabu (3/10/2018) kemarin, tercatat ada tiga kapal perhubungan yang masing-masing membawa muatan sebanyak 20 ton.
Ilham Budhiman | 04 Oktober 2018 08:36 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan paparan pada Dialog Nasional Sinergi Membangun Bangsa di kampus UPI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, agar bisa disandari kapal-kapal pegangkut logistik dan penumpang.

Pada Rabu (3/10/2018), tercatat ada tiga kapal perhubungan yang masing-masing membawa muatan sebanyak 20 ton.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan nantinya juga akan masuk kapal negara dan kapal Pelni Makassar yang bisa mengangkut 1.200 penumpang. Pada beberapa hari ke depan kapal dari Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) akan masuk pelabuhan yang ada di Palu.

"Kita harapkan konektivitas itu akan lebih baik,” ujar Menhub Budi, Rabu (3/10/2018).

Dia menjelaskan bahwa Pelabuhan Pantoloan tidak mengalami kerusakan yang berarti sehingga dapat berfungsi dengan aman sejak tanggal 1 Oktober.

Hanya saja pada 2 dan 3 Oktober 2018 sempat terjadi penumpukan penumpang akibat banyaknya penumpang yang tidak tertampung di Bandara, yang akan mengungsi keluar dari kota Palu. Namun saat ini semua sudah bisa diangkut dengan kapal.

Saat ini  kondisi Pelabuhan Pantoloan sudah kondusif relatif normal dan sudah bisa dipakai meskipun dengan kerusakan minor.

"Meskipun ada satu crane yang roboh namun masih bisa dipakai secara optimal. Bila mendesak, Pelabuhan Pantoloan itu memiliki Panjang kurang 550 meter sehingga tiga kapal bisa dimanfaatkan dengan baik disana,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menuturkan bahwa pada Pelabuhan Donggala terdapat dermaga yang setengahnya rusak namun untuk kapal kecil tetap masih bisa merapat. Kapal kecil yang dimaksud merupakan kapal yang ukurannya tidak lebih dari 50 meter.

Pihaknya tetap mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Pelabuhan Pantoloan karena suasananya sangat kondusif dengan unsur keselamatan yang dinilai sudah sangat baik. Berbagai kapal pun juga difokuskan di Pelabuhan Pantoloan.

"Kami juga telah menugaskan pejabat Eselon III Ditjen Hubla setempat untuk aktif berkoordinasi antarpihak terkait agar bisa mendukung keamanan bagi masyarakat,” ucapnya.

Tag : kemenhub, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top