Jerindo Incar Penjualan 20 Juta Dolar Singapura pada 2018

PT Jerindo Sari Utama (JSU) menargetkan dapat membukukan penjualan 20 juta dolar Singapura sepanjang tahun ini.
Anggara Pernando | 03 Oktober 2018 19:15 WIB
Gerai Hero supermarket - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jerindo Sari Utama (JSU) menargetkan dapat membukukan penjualan 20 juta dolar Singapura sepanjang tahun ini.

Freddy Andhisetiyawan, General Manager JSU, menuturkan 60% penjualan produk perusahaan menyasar industri minuman, sedangkan 40% sisanya merupakan sektor makanan.

"Kami selalu targetkan tumbuh dua kali GDP. Sekitar 10%-12%," kata Freddy di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Dia tidak menyebutkan realisasi capaian hingga triwulan III/2018 ini. Meski begitu ia optimis dapat memenuhi target yang dicanangkan.

JSU yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur ini memiliki beragam lisensi untuk memasarkan tobacco Flavours, Food and Beverage Flavours, Fragrances, Aromatic Chemicals, Licorice Products, Magnasweet Products, Cleaning and Sanitation Products, serta Ceramic Colors and Glass Colors. Perusahaan ini telah mulai beroperasi semenjak 1972 di Surabaya.

"Manufaktur kami paling dekat berada di Singapura," kata Freddy.

Fredy menuturkan dengan fokus utama penjualan ke industri, pihaknya berfokus pada pengembangan produk yang memberikan optimalisasi bisnis. Salah satu yang telah dikembangka dan mulai dipasarkan adalah jenis karamel sugar.

Produk penguat rasa ini diklaim akan memangkas penggunaan teh, kopi atau coklat sebagai bahan baku hingga 25% dengan penambahan minimalis aromatik tersebut.

Henry Nangoy, President Director JSU, menuturkan pihaknya menargetkan menjadi pemain utama di pasar Asia Tenggara pada 2025.Perusahaan berfokus melayani kebutuhan manufaktur di Indonesia.

"Kami sementara masih merger-merger dengan asing. Kami punya visi 2025 kami bergerak di regional, bukan hanya di Indonesia," katanya.

Henry menyebutkan pihaknya akan mengembangkan bisnis terintegrasi. Produk yang mereka miliki lisensinya akan dikembangkan menjadi produk komplek dan siap digunakan oleh industri.

"Ke depan produk yang kami pasarkan merupakan produk yang ready to use. Yang kami mix productnya," katanya.

Tag : industri mamin
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top