Kepala Bappenas Resmikan Pembangkit Berbahan Bakar Cangkang Sawit di Mempawah

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan berkapasitas 15 megawatt di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (24/9/2018).
Sepudin Zuhri | 24 September 2018 09:59 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (24/9). - Bisnis/Sepudin Zuhri

Bisnis.com, MEMPAWAH -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan berkapasitas 15 megawatt di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (24/9/2018).

Peresmian itu juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji, perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 

PLTBm Siantan dibangun oleh PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, anak usaha Grup Growth Steel yang berbasis di Sumatra Utara (Sumut). Proyek yang sudah dimulai sejak Desember 2016 itu mulai beroperasi secara komersial pada April 2018.

Namun, peresmian operasi pembangkit energi terbarukan ini baru dilakukan hari ini. Proyek tersebut difasilitasi oleh program Pembiayaan Investasi non Anggaran Pemerintah (PINA) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Namun, kepemilikan 80% saham PLTBm Siantan diambil alih oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. pada akhir Agustus 2018.

Bambang mengatakan bahwa PLTBm Siantan mengolah limbah dari cangkang sawit, kayu yang tidak bisa dimanfaatkan lagi, sabut kelapa, dan lainnya menjadi listrik. 

"Ini akan memperbaiki pasokan listrik di Kalbar. Ini juga penting untuk menarik investor. Salah satu yang diharapkan investor adalah infrastruktur seperti listrik," ujarnya.

Bambang menambahkan pembangunan pembangkit dari energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak. 

Selain itu, pengembangan energi terbarukan sejalan dengan rencana umum energi nasional yang menargetkan bauran energi hijau sebesar 23% pada 2025 dari kondisi saat ini sekitar 7%.

Tag : energi baru terbarukan, pembangkit listrik
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top