Tujuh Wilayah Ini Miliki Potensi Energi Angin di Atas 100 MW 

Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar, salah satunya energi angin.  Sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang, Indonesia juga menjadi negara yang memiliki potensi energi angin yang besar.
Denis Riantiza Meilanova | 21 September 2018 19:37 WIB
Ilustrasi: Pekerja melintas di dekat baling-baling yang akan dirakit di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JENEPONTO -- Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar, salah satunya energi angin.  Sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang, Indonesia juga menjadi negara yang memiliki potensi energi angin yang besar.

Berdasarkan rilis dari Kementerian ESDM yang diterima Jumat (21/9/2018), sejumlah wilayah di Indonesia memiliki potensi menghasilkan energi listrik dari angin lebih dari 100 megawatt (MW). 

Misalnya, wilayah Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan berpotensi menghasilkan energi listrik dari angin hingga lebih dari 200 MW. Saat ini, di kedua wilayah tersebut telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Di Sidrap berkapasitas 75 MW dan di Jeneponto berkapasitas 72 MW.

Selain Sidrap dan Jeneponto, wilayah lain juga memiliki potensi sumber energi angin cukup besar.  Berdasarkan analisis potensi energi angin dan pemetaan potensi energi angin yang telah dilakukan,  wilayah dengan potensi cukup besar antara lain Sukabumi (170 MW), Garut (150 MW), Lebak, dan Pandeglang (masing-masing 150 MW), serta Lombok (100 MW).

Beberapa wilayah lain juga tercatat memiliki potensi energi angin di bawah 100 MW antara lain :

  • Gunung Kidul (10 MW) dan Bantul (50 MW) di DIY Yogyakarta
  • Belitung Timur (10 MW)
  • Tanah Laut (90 MW)
  • Selayar (5 MW)
  • Buton (15 MW)
  • Kupang (20 MW), Timur Tengah Selatan (20 MW),dan Sumba Timur (3 MW) di Nusa Tenggara Timur
  • Ambon (15 MW) Kei Kecil (5 MW) dan Saumlaki (5 MW) di Ambon.

Di lokasi-lokasi tersebut terdapat beberapa lokasi potensial dan sedang dilakukan pengembangan oleh pengembang listrik swasta.

Presiden Joko Widodo menyatakan akan terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), karena Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa besar salah satunya energi angin.

Pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan termasuk energi angin sebagai tulang punggung energi nasional akan terus diupayakan pemerintah guna mencapai target bauran energi nasional sebesar 23% yang berasal dari EBT pada 2025 mendatang.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top