Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Masalah yang Masih Dihadapi Pengusaha Percetakan

Pengusaha grafika meminta pemerintah memberi dukungan kemudahan bahan baku untuk mendukung pertumbuhan di sektor ini.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 02 September 2018  |  20:42 WIB
Ini Masalah yang Masih Dihadapi Pengusaha Percetakan
Contoh surat suara untuk Pilkada 2018 saat ditinjau oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tegal di percetakan PT Aksara Grafika Pratama (AGP) di Jakarta, Senin (30/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha grafika meminta pemerintah memberi dukungan kemudahan bahan baku untuk mendukung pertumbuhan di sektor ini.

Ahmad Mughira Nurhani, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), menuturkan bahwa pengusaha grafika memiliki peluang bagus untuk meningkatkan ekspor karena poduk Indonesia memiliki keunggulan di pasar global.

“Terutama produk packaging atau kemasan,” kata Mughi, Minggu (2/9).

Kendati memiliki peluang ekspor yang besar, para pengusaha grafika Indonesia justru kesulitan mengakses bahan baku. Mughi menyebutkan, pelaku industri harus memesan jauh-jauh hari untuk mendapatkan bahan baku.

“Tantangan [memacu ekspor] yang dihadapi pengusaha grafika lebih kepada ketersedian bahan baku kertas dalam negeri yang sulit didapat secara cepat,” katanya.

Dia menuturkan, para pemilik pabrik kertas biasanya mendahulukan kontrak ekspor. Selain itu, para produsen kertas juga memiliki segmen hilir yang terintegrasi sehingga pasokan bahan baku lebih diutamakan untuk memasok lini bisnis hilir yang dimiliki sendiri.

Mughi mengharapkan pemerintah mendorong kemudahan akses bahan baku dalam waktu yang lebih singkat sehingga pengusaha percetakan lokal memiliki keleluasaan untuk memacu ekspor.

Apabila ketersediaan bahan baku di dalam negeri memang seret, pemerintah dapat membantu pengusaha grafika dengan mempermudah impor untuk tujuan ekspor. “Proses bea dan cukai yang panjang dalam importasi bahan baku harus dipermudah,” katanya.

Sementara itu, ertas daur ulang pun juga sulit didapatkan sebagai efek dari pengurangan pemakaian kertas di Amerika dan Eropa sehingga menghambat pasokan kertas bekas.

Harga kertas juga terus menanjak sejak awal tahun ini. Hingga April lalu, harga kertas telah naik sebesar 28%. “Pelemahan rupiah juga menjadi tantangan bagi kami karena mempengaruhi harga kertas,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

percetakan
Editor : Maftuh Ihsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top