Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISI Ekspor Benih Jagung Hibrida ke Srilanka

PT Bisi International, Tbk. melakukan ekspor benih jagung hibrida sebanyak 20 ton ke Srilanka.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Agustus 2018  |  18:45 WIB
Direktur Utama PT Bisi International, Tbk, Jemmy Eka Putra bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto melepas benih jagung hibrida untuk diekspor.
Direktur Utama PT Bisi International, Tbk, Jemmy Eka Putra bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto melepas benih jagung hibrida untuk diekspor.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bisi International, Tbk. melakukan ekspor benih jagung hibrida sebanyak 20 ton ke Srilanka.

Ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka hanya sebagai permulaan. Direktur Utama PT Bisi International, Tbk, Jemmy Eka Putra mengungkapkan target perusahaan tahun ini dapat mengekspor benih jagung hibrida sampai 500 ton atau senilai US$1,5 juta ke Srilanka dan Pakistan.

Kemudian pada tahun depan, BISI menargetkan ekspor bisa meningkat dua kali lipat menjadi 1.000 ton senilai USD 3 juta.

Manager Pemasaran Wilayah Barat PT Bisi International, Tbk, Hari Prabowo juga menambahkan produksi benih jagung hibrida Bisi Internasional menguasai pasar dalam negeri kurang lebih 49% dari kebutuhan nasional. Sisanya, diperebutkan produsen benih yang lain seperti Pioneer, Syngenta, Asian Hibrida dan perusahaan lain.

Dia menyebutkan kapasitas produksi benih jagung sekitar 70 ribu ton per tahun—80 ribu ton per tahun. Produksi ini sebagian besar memenuhi kebutuhan benih jagung pada Upaya Khusus (Upsus) sedangkan sisanya masuk pasar bebas.

Menurutnya, ekspor benih jagung hibrida ini menambah portofolio perusahaan karena produk benih dapat langsung diekspor langsung ke Srilanka. Padahal sebelumnya, Srilanka hanya membuka pasar bagi Thailand dan Australia.

"Ekspor benih jagung hibrida semakin terasa spesial. karena, menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia telah berhasil menjadi negara yang berswasembada benih jagung hibrida dan sekaligus mampu melakukan ekspor, kata Hari Prabowo pada Kamis (16/8)

Selain itu, Hari pun mengungkapkan dukungan pemerintah dalam memacu ekspor, khususnya ekspor benih, saat ini sangat besar. Salah satunya adalah pengurusan dokumen dan penerbitan ijin ekspor yang mudah dan cepat, sehingga sangat membantu produsen benih seperti Bisi Internasional Tbk. yang hendak melakukan ekspor.

Hari Prabowo menyebutkan sejak awal berdiri sampai saat ini, BISI sebagai perusahaan berbasis sains (science-based company) selalu mengedepankan proses riset dalam menghasilkan produk benih yang dirilis.

Setelah melalui proses riset di fasilitas R&D, benih akan diuji multi lokasi di seluruh wilayah pertanian utama di Indonesia.Setelah itu diproduksi dengan sistem kemitraan bersama petani Indonesia.

Dari proses yang panjang ini, benih yang dihasilkan memiliki keunggulanseperti produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama & penyakit serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Produksi benih jagung hibrida PT BISI sebagian besar berhasil menjadi market leader di Indonesia seperti BISI-18, BISI-2, BISI-816, BISI-228, dan saat ini salah satu varietas lain unggulan BISI, yaitu BISI-222, sudah berhasil menembus pasar ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung pt bisi international tbk.
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top