Kemenhub Ramp Check Penerbangan Haji, Ini Hasilnya

Kementerian Perhubungan melakukan ramp check pesawat penerbangan haji di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Rabu (27/72018).
Ilham Budhiman | 25 Juli 2018 20:06 WIB
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) memeriksa hidrolik pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 - 300ER yang digunakan untuk penerbangan haji. Gambar diambil pada Kamis (12/7/2018). - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, TANGERANG – Kementerian Perhubungan melakukan ramp check pesawat penerbangan haji di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Rabu (27/72018).

Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengecek pesawat Boeing B777 Garuda registrasi PK-GIA yang akan digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia untuk menerbangkan 390 jamaah haji kloter 19 dari DKI Jakarta.

Agus mengatakan pesawat yang akan bertolak ke Tanah Suci membawa calon jamaah haji menuju Madinah ini laik terbang.

"Kami sudah melakukan pengecekan terhadap pesawat ini dan pesawatnya laik terbang," kata Agus.

Menurutnya, inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di setiap embarkasi sebelumnya juga sudah melakukan ramp check pesawat haji pada 16-20 Juli 2018.

Hal ini juga dilakukan guna mendukung penyelenggaraan penerbangan haji sehingga dapat terlaksana dengan lancar, selamat, aman dan nyaman.

Dia mengutarakan dalam kurun waktu ramp check khusus tersebut jumlah pemeriksaan dari 12 lokasi bandara adalah 57 pemeriksaan dan pemeriksaan per individual mencakup 21 pesawat.

"Secara umum pesawat udara yang diperiksa dalam kondisi laik udara. Ada beberapa temuan yang didapat selama ramp check, tetapi sebagian besar temuan tidak berpengaruh pada kelaikudaraan. Temuan yang memengaruhi kelaikudaraan sudah direktifikasi dan pesawat sudah laik terbang dan beroperasi kembali," ujarnya.

Dengan ramp check ini, kata Agus, para jemaah tidak perlu khawatir terkait dengan keselamatan penerbangan mengingat keselamatan penerbangan Indonesia sudah berada di level tertinggi.

"Keselamatan penerbangan Indonesia sudah berada pada level tertinggi dan diakui oleh dunia internasional baik Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Federal Aviation Administration (FAA) Amerika [Serikat], dan Uni Eropa," ujarnya.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama, menurutnya, maskapai yang ditunjuk melayani penerbangan haji tahun ini adalah PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

Garuda telah menyiapkan armada berjumlah 13 pesawat, terdiri dari 5 pesawat Boeing B777-300 berkapasitas 393 seat; 3 pesawat B747-400 berkapasitas 455 seat; 4 pesawat Airbus A330-300 berkapasitas 360 seat, dan 1 unit pesawat A330-200 berkapasitas 325 seat.

Adapun, Saudi Arabian Airlines menyiapkan armada sebanyak 18 unit yang terdiri dari 11 pesawat Boeing B777-300 berkapasitas 410 seat dan 7 unit pesawat B747-400 berkapasitas 450 seat.

Kementerian Agama juga telah menetapkan embarkasi dan debarkasi haji. Ada 12 bandara yang digunakan sebagai embarkasi dan debarkasi haji, serta 5 bandara untuk embarkasi antara.

Bandara embarkasi dan debarkasi haji tersebut adalah Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Kualanamu Medan, Minangkabau Padang, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Hang Nadim Batam, Soekarno-Hatta Jakarta, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Syamsuddin Noor Banjarmasin; Sultan Hasanuddin Makassar; dan Bandara Lombok Praya, Lombok.

Adapun, embarkasi haji antara adalah Bandara Djalaluddin Gorontalo; Radin Inten II Lampung; Tjilik Riwut Palangkaraya, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu; dan Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Agus memaparkan pihaknya juga telah melakukan berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak yang terkait dengan penerbangan haji 2018 di dalam dan luar negeri.

"Misalnya pengelola bandara keberangkatan di Indonesia dan kedatangan di Arab Saudi, maskapai penerbangan Garuda dan Saudi Arabian Airlines, pengelola lalu lintas udara Indonesia (AirNav), dan negara-negara yang dilintasi penerbangan haji Indonesia, juga pihak terkait lain dari dalam maupun luar negeri seperti Kemenag Indonesia dan Arab Saudi," paparnya.

Agus menyatakan semua stakeholder penerbangan nasional harus terus bahu-membahu bekerja sama demi kesuksesan penerbangan haji mulai dari berangkat hingga pulang.

 

Tag : penerbangan, Ibadah Haji
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top