Indonesia Tawarkan Bioavtur Ke Boeing

Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah peluang kemitraan stategis dengan Boeing, salah satunya dalam hal penggunaan bioavtur.
Yustinus Andri DP | 24 Juli 2018 19:27 WIB
Boeing 777. - Salt

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah peluang kemitraan stategis dengan Boeing, salah satunya dalam hal penggunaan bioavtur.

Langkah itu, dilakukan oleh delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/7) waktu setempat.

Dalam pertemuannya dengan Vice President of International Government Relation Boeing Mark Lippert, Mendag enggar juga mengharapkan agar Boeing meningkatkan bisnis mereka di Indonesia.

“Kami mengajak Boeing bukan hanya untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar, tetapi agar dapat bersama-sama menjadi bagian dari strategi masa depan yang saling menguntungkan,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (24/7).

Terkait dengan penawaran kerja sama bioavtur berbasis minyak kelapa sawit, Pemerintah Indonesia memfasilitasi pertemuan antara Boeing dan Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) yang telah mengembangkan biofuel dan ekspor secara global.

Enggar menyatakan, Boeing bersama pelaku usaha Indonesia dapat bekerja sama mengembangkan bioavtur sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Selain mengenai menawarkan kerja sama penggunaan biiavtur, delegasi Tanah Air juga menawarkan kerja sama di sektor suku cadang pesawat, serta layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul (maintenance, repair, overhaul/MRO).

“Indonesia berpotensi menjadi ‘hub’ pelayananan MRO pesawat udara di kawasan ASEAN dan sekitarnya,” ungkap Enggar.

Adapun, kehadiran Boeing di Indonesia telah dimulai sejak 1949 dan kebutuhan atas pesawat Boeing di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya jalur penerbangan Indonesia baik domestik maupun internasional. Pada  2012, pembelian armada pesawat oleh salah satu maskapai Indonesia menjadikannya pembelian terbesar sepanjang sejarah Boeing saat itu.

 
Tag : boeing
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top