INSA Minta Dilibatkan Dalam Proyek Kanal Cikarang Bekasi Laut

DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) meminta dilibatkan dalam proyek kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang saat ini masih dalam tahap pengkajian dan proses perizinan.
Ilham Budhiman | 22 Juli 2018 16:32 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) meminta dilibatkan dalam proyek kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang saat ini masih dalam tahap pengkajian dan proses perizinan.

Wakil Ketua Umum I INSA Witono Suprapto mengatakan keterlibatan INSA agar ikut dalam kajian dan pembahasan supaya teori pembangunan kanal CBL dan praktik pengoperasian dapat sinkron dan berjalan optimal.

Keterlibatan INSA juga menyangkut aspek keselamatan dan keamanan alur pelayaran yang menjadi fokus INSA dalam memberikan masukan terhadap perencanaan pemanfaatan kanal Cikarang Bekasi Laut.

Witono menuturkan kecepatan dan volume kapal tongkang menjadi suatu hal yang penting dalam melakukan efisiensi logistik pada kanal CBL.

"Optimalisasi kanal CBL dapat dilakukan dengan mengoperasikan kapal tongkang berukuran 300 feet yang memiliki panjang 80-95 meter dan lebar 24,5 meter," katanya belum lama ini.

Dengan spesifikasi kapal seperti itu, kata Witono, alur pelayaran kanal CBL harus memiliki kedalaman 6 meter dengan lebar kanal 100 meter jika terjadi pertemuan kapal pada lokasi kanal yang sama.

Selain itu, dia mengusulkan agar harus tersedianya turning basin yang lebarnya dua kali panjang tongkang untuk fasilitas berputarnya kapal.

“Aspek keselamatan dan keamanan alur pelayaran pada kanal CBL menjadi kajian yang sangat penting,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengapresiasi adanya rencana CBL sebagai alternatif moda transportasi berbasis sungai/inland waterways untuk mengurangi kepadatan di jalan raya menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat ini, 90% angkutan logisitik di Indonesia masih menggunakan moda berbasis jalan raya yang mengakibatkan tingkat kemacetan lalu lintas cukup tinggi dan ketidakpastian pengiriman barang sehingga berdampak pada kenaikan biaya logistik.

“Benefit adanya CBL adalah beban jalan berkurang, kepadatan berkurang, mengurangi risiko keterlambatan barang, efisiensi logistik, dan ramah lingkungan,” kata Witono.

Adapun, rencananya proyek kanal CBL yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut akan dibangun oleh operator PT Pelindo II pada tahun ini dengan total anggaran senilai Rp3,4 triliun.

Tag : insa
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top