Pelindo II Diminta Segera Realisasikan Kanal Cikarang Bekasi Laut

Kementerian Perhubungan mempertanyakan terkait proyek Cikarang Bekasi Laut yang belum juga direalisasikan, padahal proyek tersebut termasuk ke dalam proyek strategis nasional.
Ilham Budhiman | 17 Juli 2018 16:57 WIB
Foto aerial suasana lalu lintas jalan tol Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat. Kepadatan jalur darat yang terus meningkat membuat kanal Cikarang Bekasi Laut perlu secepatnya direalisasikan. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mempertanyakan terkait proyek Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang belum juga direalisasikan, padahal proyek tersebut termasuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN).

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo mengatakan pihaknya mengaku heran proyek yang dinilai menguntungkan ini masih jalan di tempat.

"Pencanangan kan sudah lama, Pelindo II [selaku pengembang] juga sudah masuk proyek PSN-nya dia. Sekarang kita inisiasi lagi mengapa proyek ini belum berjalan mulus? Perlu dicari penyebab-penyebabnya," kata Agus di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Kanal Cikarang Bekasi Laut sebagai Moda Transportasi Angkutan Logistik, Selasa (17/7/2018).

Agus mengatakan pihaknya sangat mendukung proyek tersebut segera diwujudkan mengingat akan berdampak pada efisiensi biaya logsitik yang lebih murah dibandingkan melalui jalur darat. Selain itu, jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Priok sudah semakin padat.

"Kalau CBL [Cikarang Bekasi Laut] kan pasti akan lebih murah daripada jalur darat. Kepastian waktu, misalnya, sudah pasti tak akan terkendala. Sehingga dari segi biaya logistik pun akan lebih murah," ujarnya.

Hal ini, menurutnya, lantaran volume barang yang diangkut akan jauh lebih besar dengan menggunakan kapal tongkang sehingga dari segi biaya menurutnya akan jauh lebih murah. "Kalau lebih mahal, saya kira pengusaha-pengusaha tidak akan lewat situ, untuk apa [kalau lebih mahal]?" ucapnya.

Kendati demikian, dia belum melihat lebih jauh terkait berapa persen pemangkasan biaya yang dihasilkan bila kanal ini sudah berjalan. "Saya belum melihat pemangkasan biaya yang ada, nanti kalau kawan-kawan dari Pelindo II sudah punya hitungan yang pasti ada angka yang keluar seperti apa."

Di sisi lain, dia mengaku jika proyek ini memang tidak mudah dalam pelaksanaannya mengingat masih ada beberapa kendala di lapangan yang mesti dihadapi seperti cara mengatasi pipa kabel dan fiber optic yang dinilai tidak gampang.

"Maka kendala-kendala yang ada harus diatasi. Tolong cek di lapangan seperti pipa kabel dan fiber optic, soal itu harus benar-benar diatasi," tutur Agus.

Dia menekankan apabila PSN ini sudah mulai ada progres, manfaat yang akan dihasilkan sangat besar sehingga pihaknya mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II agar segera melakukan peletakan batu pertama.

Di samping itu, menurutnya, seharusnya pada tahun ini proyek tersebut sudah mulai dikerjakan sesuai dengan pencanangan awal.

"Kalau sudah jalan, manfaatnya sangat besar. Kalau memang sepakat, secara ekonomi dan regulasi bisa, ya, kita dukung penuh supaya jalan. Tahun ini mestinya proyek dimulai," paparnya.

Sebelumnya, salah satu upaya pemerintah dalam menghadirkan alternatif moda transportasi adalah dimasukannya pembangunan kanal CBL inland waterways ke dalam PSN.

Ini diharapkan dapat menjadi moda transportasi alternatif dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Perlu diketahui, bongkar muat peti kemas di pelabuhan itu mencapai 7 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs) per tahun. Lebih 90%-nya diangkut dari dan menuju hinterland menggunakan transportasi berbasis jalan raya.

Tag : kemenhub
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top