ASIAN GAMES 2018: Pengusaha Logistik Terkena Imbas Ganjil-Genap

Pascaditerapkannya uji coba ganjil-genap di sejumlah ruas jalan arteri Jakarta pada 2 Juli lalu, para pengusaha logistik sudah mulai terkena imbas dari aturan tersebut.
Ilham Budhiman | 11 Juli 2018 13:50 WIB
Polisi mengatur arus lalu lintas pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di persimpangan Pancoran, Jakarta, Senin (2/7 - 2018).ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Pascaditerapkannya uji coba ganjil-genap di sejumlah ruas jalan arteri Jakarta pada 2 Juli lalu, para pengusaha logistik sudah mulai terkena imbas dari aturan tersebut.

Diskresi itu pada mulanya untuk mendukung gelaran Asian Games 2018 guna memperlancar lalu lintas jalan, sehingga bisa memangkas waktu tempuh para atlet yang akan bertanding. Namun, diskresi itu pada akhirnya bukan tanpa halangan. Para pengusaha di bidang jasa pengiriman barang menilai aturan tersebut berdampak pada terhambatnya distribusi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan sejak ditetapkannya aturan dari Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan (Dishub), tidak sedikit anggotanyamengeluhkan aturan itu.

"Sudah ada beberapa anggota yang menyampaikan [terkait terhambatnya distribusi barang], meskipun data detailnya memang belum ada," kata Feriadi kepada Bisnis, Rabu (11/7/2018).

Feriadi mengatakan aktivitas bisnis terhambat lantaran tidak semua anggotanya memiliki kendaraan operasional yang memadai untuk menyiasati aturan ganjil-genap.

"Karena aturan ganjil-genap pasti dirasakan oleh anggota yang unit armadanya sedikit," katanya.

Menurutnya, para pengusaha tersebut bahkan harus memutar otak untuk mencari alternatif lain agar aktivitas bisnisnya berjalan lancar seperti biasa.

"Alternatifnya tentu harus mengganti kendaraan operasionalnya dengan sepeda motor apabila barangnya kecil. Atau bisa juga dengan menggunakan armada sewa," ungkapnya.

Namun, dia mengatakan siasat tersebut tidak serta merta dapat dipenuhi semua anggotanya. Kondisi ini dirasa menyulitkan. "Kondisi ini juga tentu sangat mempengaruhi operasional perusahaan anggota kami," ujarnya.

Atas kondisi ini, lanjut Feriadi, membuat distribusi barang juga memakan waktu lebih lama. Buntutnya, konsumen juga yang dirugikan. Di sisi lain, dia menyatakan sudah menggelar rapat dengan asosiasi lain yang terkena dampak aturan ini, menurutnya Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) turut terkena kebijakan itu karena distribusi barang menjadi terhambat.

Sebelumnya, Pemprov DKI memperluas kebijakan ganjil-genap di sejumlah titik ruas jalan antara lain Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan – simpang Slipi), dan Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi – simpang Tomang).

Kemudian, berlaku juga di Jalan MT Haryono (simpang UKI – simpang Pancoran – simpang Kuningan), Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda – simpang Kalimalang – simpang UKI), Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda), Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb – Kupingan Ancol) dan Jalan Metro Pondok Indah serta Jalan RA Kartini.

Uji coba perluasan ganjil-genap telah dimulai pada tanggal 2 Juli s.d 31 Juli 2018 pada pukul 06.00 sampai dengan  21.00 WIB. Adapun pemberlakuan perluasan Ganjil Genap mulai tanggal 1 Agustus 2018.

Tag : ganjil genap
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top