Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan NJOP DKI Jakarta: Pasar Rumah Seken Paling Terpengaruh

Kenaikan Nilai Jual Objek Pengganti (NJOP) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai akan sangat mempengaruhi pasar rumah tidak baru (seken).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 Juli 2018  |  19:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan Nilai Jual Objek Pengganti (NJOP) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai akan sangat mempengaruhi pasar rumah tidak baru (seken).

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan transaksi perumahan seken akan sangat terpengaruh dari kenaikan NJOP dibandingkan dengan pasar rumah baru atau primary.

“Kalau secondary patokannya berasal dari NJOP untuk penentuan harga jualnya, biasanya masyarakat akan memberikan nilai sedikit lebih di atas dari NJOP yang tersedia,” ujar Dani kepada Bisnis, Selasa (10/7/2018).

Berbeda dengan pasar rumah baru yang penetapan harga jual langsung dari pengembang yang sudah mempertimbangkan pajak dan biaya lainnya.

Kemudian, Dani menambahkan dengan adanya kenaikan tersebut cenderung mengakibatkan adanya perilaku wait and see sehingga transaksi penjualan rumah akan tertahan dan juga semakin menurunkan daya beli masyarakat terhadap properti.

“Karena mereka [konsumen] mau lihat dulu dampak terhadap nilai transaksinya, biasanya mereka akan menahan transaksi di awal-awal bulan dari penetapan kebijakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengatakan kenaikan harga rumah seken akibat kenaikan NJOP lambat laun akan ikut mempengaruhi harga rumah baru.

“Rumah baru itu juga rentang harganya mengikuti rumah seken, ya kalau rumah seken naik tidak mungkin rumah baru tidak ikut naik juga, jadi semua akan kena impactnya,” papar Untung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

njop
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top