Berikut Tantangan yang Masih Dihadapi Pelaku Usaha Industri Percetakan

Industri percetakan memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi para pelaku usaha sehingga pada tahun ini omzet diperkirakan hanya naik 5%.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Juli 2018 19:17 WIB
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal Nurokhman (kiri) didampingi Direktur Produksi dan Pemasaran PT Aksara Grafika Pratama (AGP) Y. Bayu Widagdo memeriksa mesin percetakan surat suara Pilkada 2018, di pabrik PT Aksara Grafika Pratama, di Jakarta, Senin (30/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri percetakan memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi para pelaku usaha sehingga pada tahun ini omzet diperkirakan hanya naik 5%.

Ahmad Mughira Nurhani, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), mengatakan salah satu tantangan yang menekan pertumbuhan industri adalah pasokan kertas. Mughi mengatakan pasokan kertas tidak bisa dipenuhi dengan cepat sesuai dengan permintaan pelaku industri grafika.

Hal tersebut disebabkan produsen kertas lebih banyak memenuhi kebutuhan pasar ekspor dibandingkan dengan kebutuhan dalam negeri.

Kertas daur ulang pun juga sulit didapatkan sebagai efek dari pengurangan pemakaian kertas di Amerika dan Eropa sehingga menghambat pasokan kertas bekas.

Harga kertas juga terus menanjak sejak awal tahun ini. Hingga April lalu, harga kertas telah naik sebesar 28%. “Pelemahan rupiah juga menjadi tantangan bagi kami karena mempengaruhi harga kertas,” jelasnya, Minggu (172018).

Para pelaku industri percetakan mulai menyesuaikan harga produk mereka karena kenaikan harga bahan baku tersebut. Mughi menyebutkan rata-rata pelaku industri grafika menaikkan harga jual sekitar 10%.

Tag : percetakan
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top