Pilkada Kerek Omzet Industri Percetakan 10%

Industri percetakan meraup kenaikan omzet sekitar 10% yang didorong oleh permintaan dari gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 Juni 2018.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Juli 2018 18:54 WIB
Contoh surat suara untuk Pilkada 2018 saat ditinjau oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tegal di percetakan PT Aksara Grafika Pratama (AGP) di Jakarta, Senin (30/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri percetakan meraup kenaikan omzet sekitar 10% yang didorong oleh permintaan dari gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 Juni 2018.

Ahmad Mughira Nurhani, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), mengatakan penyelenggaraan pilkada meningkatkan pesanan para pengusaha percetakan, terutama untuk surat suara.

Bahkan, banyak perusahaan percetakan baru bisa meliburkan pekerjanya sehari sebelum Lebaran. “Kami ada kenaikan omzet, bisa 10% dari rata-rata bulan biasa,” ujarnya, Minggu (1/7/2018).

Penyelenggaraan pemilihan umum memang menjadi harapan bagi industri grafika untuk mendongkrak kinerja pada tahun ini, selain permintaan pemerintah untuk mencetak buku pelajaran.

Secara umum, kondisi industri grafika berada dalam tren penurunan karena perkembangan teknologi digital yang menyebabkan koreksi permintaan.

Pada tahun ini, asosiasi berharap pasar industri percetakan dalam negeri bisa naik setidaknya sebesar 5%. Pada tahun lalu, nilai bisnis percetakan buku dan majalah diperkirakan sekitar Rp6 triliun.

Tag : percetakan
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top