Ini Tantangan yang Dihadapi Industri Baja Nasional

Membanjirnya produk impor, khususnya dari China, telah memicu kekhawatiran para pelaku industri baja nasional.
Anggara Pernando | 01 Juli 2018 20:07 WIB
Pabrik baja di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China - Reuters/William Hong

Bisnis.com, JAKARTA - Membanjirnya produk impor, khususnya dari China, telah memicu kekhawatiran para pelaku industri baja nasional.

Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menuturkan, hambatan terbesar industri baja adalah membanjirnya produk impor.

Produk baja murah dari China membuat produsen hulu maupun hilir kesulitan untuk melakukan ekspansi. Dia mengatakan, saat ini utilisasi pabrikan baja nasional berkisar 35%-40%.

Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan tindakan perlindungan bagi industri nasional. Dia mengklaim saat ini terjadi praktik impor yang melarikan kode harmonized system (HS).

Dalam praktik ini, importir mendatangkan baja China yang dikategorikan sebagai baja paduan, tetapi realitasnya adalah baja hulu. Produsen di China menambahkan unsur paduan sangat kecil yakni 0,08% dari seharusnya mencapai 10%.

“Akibatnya baja paduannya bebas bea masuk dan memukul industri hilir karena produk impor ini sangat murah,” katanya, belum lama ini.

Tag : industri baja
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top