Hang Nadim Jajaki Kerja Sama Dengan Maskapai China dan Korea

Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam tengah menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan asal China dan Korea Selatan. Hang Nadim berupaya membuka rute langsung menuju kedua negara tersebut.
Sarma Haratua | 28 Juni 2018 14:39 WIB
Petugas melintas di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BATAM – Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam tengah menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan asal China dan Korea Selatan. Hang Nadim berupaya membuka rute langsung menuju kedua negara tersebut.

“Salah satu yang tertarik dengan kerjasama ini adalah anak perusahaan Korean Airlines,” ujar Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, Kamis (28/6/2018).

Bandara Hang Nadim Batam sudah beroperasi selama 24 jam dalam 3 tahun belakangan. Namun masih banyak slot yang belum diisi maskapai penerbangan, terutama pada jam-jam malam. Slot kosong tersebut biasanya hanya dimanfaatkan oleh pesawat yang ingin melakukan perbaikan di Batam Aero Technic milik Lion Air.

Rencananya BUBU Hang Nadim Batam ingin mengoptimalkan slot-slot kosong tersebut untuk penerbangan luar negeri. Terutama penerbangan langsung ke negara asal wisawata manca negara yang kerap datang ke Batam.

Potensi wisatawan dari China dan Korea terbilang besar. Hal ini terlihat dari penuhnya penerbangan menggunakan pesawat sewaan dari kedua negara menuju Batam beberapa waktu belakangan.

Namun kerjasama dengan maskapai asal Negeri Panda dan Negeri Gingseng masih terkendala sejumlah hal. Salah satunya adalah load factor penumpang dari Batam menuju kedua negara tersebut masih di bawah 50%.

“Kalau dari China atau Korea ke Batam sudah mencukupi. Tapi yang jadi masalah adalah dari Batam ke sana [China dan Korea], masih dianggap tidak ekonomis,” jelasnya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, BUBU Hang Nadim Batam menawarkan sejumlah kompensasi seperti diskon landing fee hingga 50%. Hang Nadim juga sedang mengkaji untuk memberikan diskon Passenger Service Charge (PSC).

Tapi dua kompensasi tersebut masih kurang menarik bagi maskapai asal Korea dan China tersebut.

Pilihan kedua adalah menjadikan Batam sebagai hub bagi penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia.

“Maskapai penerbangan Korea Selatan sudah berminat untuk menjadikan Batam sebagai tempat transit menuju destinasi akhir di Indonesia,” paparnya.

Saat ini BUBU Hang Nadim Batam masih terus bernegosiasi dengan anak perusahaan Korean Airlines, untuk mendapatkan take and give yang layak ditawarkan melalui kerja sama tersebut.

“BP Batam minta agar pelayaan penerbangan dari Batam ke Korea dilayani 3 kali seminggu. Namun sejauh ini mereka baru sanggup satu kali seminggu,” imbuhnya.

Garuda Indonesia

PT. Garuda Indonesia tengah mengkaji rencana pembukaan trayek langsung dari Batam ke sejumlah negara.

Banyak permintaan agar maskapai penerbangan bintang lima ini membuka rute penerbangan langsung ke Jeddah, Kanton dan kota-kota asal wisatawan mancanegara.

“Rencana itu sudah ada, tapi masih dalam tahap evaluasi,” ujar Plh GM Garuda Indonesia Batam, Shinta Gustiawaty.

Hingga saat ini belum ada rute langsung penerbangan internasional di Batam, kecuali ke Malaysia. Sejumlah turis asing yang ingin berkunjung ke Kepri harus lebih dulu ke Singapura, sebelum akhirnya menginjakan kaki di Batam.

Kondisi serupa juga dialami masyarakat Batam yang ingin bepergian ke luar negeri. Mereka harus ke Singapura untuk mendapat layanan perbangan internasional ke negara tujuannya.

“Masukan dari Batam disampaikan ke kantor pusat untuk dievaluasi untuk penambahan jaringan Garuda,” jelasnya.

Garuda Indonesia masih optimistis market penerbangan langsung internasional menguntungkan. Menurutnya pasar Batam cukup tinggi, terutama dari dan menuju Jeddah dan beberapa negara di Asia Timur.

Terkait penerbangan langsung dari Batam ke Jeddah, Garuda Indonesia telah melakukan pertemuan langsung dengan sejumlah penyelenggara Umrah di Batam. Hasil pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pasar di Batam sangat besar untuk penerbangan menuju Jeddah.

Namun masih ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan maskapai penerbangan bintang lima ini. Di antaranya adalah mengenai ketersediaan armada dan rotasi pesawat.

Market saya yakin banyak animonya. Tapi kita kembalikan ke Pusat untuk melihat ketersediaan pesawat dan rotasinya,” tuturnya.

 

Tag : hang nadim
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top