Tips Merespon Penawaran dan Permintaan Konsumen

Bulan Ramadan merupakan masa emas bagi industri retail di Indonesia, dimana mereka menargetkan hingga 45% dari total pendapatan tahunan diraup selama periode menjelang liburan Lebaran
Mia Chitra Dinisari | 25 Juni 2018 11:22 WIB
Ritel Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Ramadan merupakan masa emas bagi industri retail di Indonesia, dimana mereka menargetkan hingga 45% dari total pendapatan tahunan diraup selama periode menjelang liburan Lebaran.

Bukan hanya penjualan offline, keuntungan penjualan retail juga sudah meluas ke perdagangan online yang semakin memegang peran penting di industri ini. Menurut penelitian terbaru dari Priceza, tingkat klik pada penjualan online 26% lebih tinggi selama bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara nilai transaksi naik sebanyak 16%. Masa emas ini biasanya juga terjadi setelah periode hari raya berakhir.

Dengan cepatnya laju distribusi ini, mengindikasikan bahwa para manager distribusi harus memberikan performa terbaiknya dalam mengelola gudang mereka.

Selain itu, para pelaku retail, khususnya di lingkungan retail omni-channel saat ini, harus dapat memanfaatkan peluang ini dan memastikan bahwa produk yang datang dapat mengisi rak-rak toko dengan on-time, dikirim ke konsumen dengan cara dan waktu yang pas bagi mereka, tersedia dalam jumlah yang cukup selama periode promosi, dan bahwa tidak ada stok sisa yang banyak setelah periode peak season tersebut.

Richard Wright, Managing Director, Manhattan Associates di Asia Tenggara penyedia solusi Rantai Pasok Chains dan Omnichannel memberikan beberapa tips untuk membantu retailer merespon penawaran dan permintaan konsumen terutama di peak season.

Manhattan Associates sendiri telah bekerja dengan perusahaan di seluruh Indonesia selama bertahun-tahun untuk membantu perusahaan-perusahaan retail melakukan hal ini, diantaranya dengan Matahari Group dan PT Kanmo Retail.

Berikut beberapa tipsnya seperti dilansir dari rilis yang diterima Bisnis.com.

Memaksimalkan Ketersediaan

Dengan rata-rata tingkat out-of-stock / kehabisan stok di dunia retail sekitar 8%, yang dapat melonjak hingga 20% selama masa promosi, isu ketersediaan barang adalah masalah besar yang mempengaruhi produsen, distributor dan retailer yang ingin mengambil keuntungan dari peluang penjualan pada peak season seperti libur lebaran.

Jika diukur dalam proses rantai pasok, level daripada ketersediaan barang biasanya akan lebih menurun dan mendekati toko/gerai. Tingkat layanan dapat mencapai 99% pada saat perpindahan dari pabrik ke pusat distribusi retailer, tetapi biasanya sering turun hingga mencapai 90% ketika berpindah dari ruang stok ke gerai akhir atau online order. Ini menandakan betapa pentingnya peran “the last mile”.

Dalam hal software yang dapat secara efektif mengelola komponen / proses yang disebut "last mile" ini  Manhattan Associates mengembangkan 

Warehouse Management System (WMS) yang membantu pengisian gerai / toko dan pemenuhan pesanan online - perusahaan. 

Software WMS Manhattan menggunakan algoritma canggih untuk mengatur dan mengoptimalkan operasi gudang secara matematis dan mengubah gudang menjadi komponen strategis yang sangat penting dalam membantu mamaksimalkan proses logistik “the last mile”.

Sistem itu, katanya, mengotomatisasi proses pengambilan, pengemasan, dan pengiriman (picking, packing, shipping), maka ini akan meminimalkan jumlah perpindahan per pesanan. Ini juga akan meningkatkan akurasi setiap pesanan dan mengurangi stok pengaman / safety stock. 

Selain itu, karena pusat distribusi tradisional tidak sepenuhnya mengantisipasi volume pengiriman e-commerce yang tinggi pada saat ini, maka industri ini kini mengatasinya dengan membangun fasilitas sekunder atau area khusus di gudang utama. Area-area terpisah ini menimbulkan biaya tambahan yang signifikan seperti peralatan, persediaan, dan tenaga kerja yang berlebihan.

Membangun infrastruktur yang terukur

Peak season yang luar biasa adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh retailer. Dengan adanya promosi-promosi pada periode tersebut akan menimbulkan tingginya volume penjualan di berbagai saluran penjualan.

Teknologi - bersama dengan pusat distribusi, peralatan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya - perlu terus ditingkatkan secara terukur untuk mengelola kegiatan operasional di peak season tersebut, dan juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola tingkat pertumbuhan tahunan yang tidak menentu. Selain itu juga harus dapat membantu membantu organisasi beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan bisnis di masa depan.

Kunci kesuksesan dalam mengelola permintaan pada peak season, baik yang terjadi karena peristiwa sesekali seperti acara olahraga besar, ataupun karena adanya hari raya tahunan, adalah memiliki sistem rantai pasok yang fleksibel dan terukur.

Rantai pasok jenis ini memang sudah selalu menjadi impian para manager operasional di seluruh dunia, tetapi dengan kemajuan teknologi baru-baru ini berarti bahwa proses rantai pasok semacam itu tidak hanya menjadi kenyataan tetapi dapat diterapkan secara ekonomis.

Karena itu,  katanya Manhattan Associates menawarkan
Solusi Manajemen Distribusi Pesanan (Distributed Order Management - DOM) seperti solusi DOM Manhattan, semakin banyak digunakan dalam lingkungan lintas saluran (multi-channel). Solusi ini digunakan perusahaan untuk menerima permintaan dari semua saluran dan agar pesanan tersebut dapat dipenuhi dengan menggunakan persediaan dari lokasi yang paling masuk akal dan menguntungkan, yaitu yang dapat membantu memaksimalkan pelayanan bagi pelanggan, dan juga memaksimalkan profit bagi bisnis itu sendiri..

Sistem DOM juga memungkinkan proses lintas saluran (multi-channel), seperti membeli secara online dan mengambil/retur ke gerai fisik.

Perangkat DOM ini juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa sejumlah produk-produk / item-item terlaris menghasilkan penjualan berulang, dan dikirimkan ke lokasi manapun yang terdeteksi / terdaftar pada saat dilakukan pemesanan..

Dengan demikian, akan memungkinkan terkelolanya keseimbangan, skala prioritas dan sistem penelusuran mengenai tingkat persediaan di seluruh proses bisnis. 

 

Tag : ritel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top