RedDoorz Ekspansi ke Filipina

RedDoorz, salah satu platform pemesanan online hotel budget di Asia Tenggara, engumumkan ekspansi ke pasar ketiganya di kawasan ini - Filipina.
Mia Chitra Dinisari | 21 Juni 2018 11:25 WIB
Pantai Borocay di Filipina - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - RedDoorz, salah satu platform pemesanan online hotel budget di Asia Tenggara, engumumkan ekspansi ke pasar ketiganya di kawasan ini - Filipina.

Dalam ekspansi ini, dilaporkan investasi lebih dari US$ 5 juta telah disuntikkan yang diproyeksikan akan menumbuhkan kontribusinya di 100 properti ke seluruh Filipina selama 12 bulan ke depan.

“Ekspansi kami ke Filipina merupakan tujuan utama bagi RedDoorz, dimana seperti pasar pertama kami di Indonesia yang menunjukkan banyak kesamaan dan potensi untuk perjalanan domestik yang hidup dan industri hospitality. Bisnis RedDoorz adalah bisnis berbasis kota, bukan negara, di mana dengan pendekatan city-to-city, kami telah mencapai pertumbuhan hingga lebih dari 500 properti, memproses lebih dari 1 juta kamar per malam dan secara konsisten memajukan tingkat hunian lebih dari 80% di 16 kota di Indonesia, Singapura dan sekarang, Filipina." ujar Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz dalam siaran persnya.

Alasan mereka memilih Filipina karena negara tersebut menempati urutan kedua sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi digital terpesat di dunia, setelah Indonesia - dengan penetrasi internet 63% (67 juta pengguna) atau sekitar 105,7 juta orang Filipina.

Saat mengembangkan bisnis di Indonesia, lanjutnya, mereka juga memantau dan mempelajari pasar Filipina dan melihat betapa kuatnya sektor budget hospitality dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut penelitian yang berjudul "E-conomy SEA: Unlocking the $200B Digital Opportunity" oleh Google dan Temasek Holdings, telah ditemukan bahwa Filipina menempati peringkat kedua setelah Indonesia sebagai pasar digital yang tumbuh terpesat di dunia dengan potensi berkembang sebesar 11 persen di CAGR hingga 93 juta pengguna internet di tahun 2020.

Hal ini juga membuktikan prospek yang cerah untuk online travel market di Filipina, khususnya untuk hotel dan penerbangan online, yang diperkirakan akan tumbuh sekitar lima kali lipat dari US$ 1.1 milyar pada 2015 menjadi US$ 4.6 milyar di tahun 2025. Pada tahun 2018 berdasarkan laporan dari WeAreSocial yang menunjukkan pengguna digital di Filipina, mengungkapkan bahwa Filipina tidak hanya memiliki 67 juta pengguna internet, tetapi seluruh pengguna internet tersebut aktif di media sosial dan lebih dari 60 juta orang baik sebagai pengguna unique mobile users atau active mobile social users.

Dengan masuknya ke Filipina, RedDoorz juga akan memperkenalkan kategori properti baru. Menambah dua kategori yang ada, RedDoorz dan RedDoorz Plus, sebagai RedDoorz Premium, yang diluncurkan pada Juni 2018, adalah properti yang dirancang untuk budget business travellers - tidak hanya berlokasi strategis dekat dengan pusat bisnis tetapi memiliki fasilitas lebih dari kategori yang ada di platform RedDoorz.

World Travel & Tourism Council menemukan bahwa pengeluaran perjalanan domestik di Filipina menghasilkan lebih dari 86 persen dari PDB perjalanan dan pariwisata pada tahun 2016 dan diperkirakan akan tumbuh 4,8 persen per tahun menjadi PHP3,336 miliar di tahun 2027.

Selain itu, pada tahun yang sama, Phillipine Statistics Authority menemukan bahwa perjalanan domestik naik 20 persen dibandingkan tahun 2012 – Hal ini memperkuat penelitian dari Household Survey on Domestic Visitors (HSDV) tahun 2016 di mana tiga dari lima orang Filipina (59 persen atau hampir 61 juta) umur 15 tahun atau lebih tua melakukan perjalanan di dalam negeri pada tahun tersebut.

Dengan penetrasi aktivitas internet yang tinggi serta pertumbuhan dari tahun-ke-tahun tidak hanya dalam negeri tetapi juga perjalanan internasional, budget hospitality menjadi kunci pendorong bagi industri pariwisata di Filipina.

Mengomentari penambahan baru kategorisasi properti, Rishabh Singhi, Chief Operating Officer RedDoorz mengatakan, pengenalan properti Premium ini didasari oleh pengamatan tentang bagaimana konsep mengenai 'condotel' telah melihat pertumbuhan yang luar biasa di Filipina.

"Kami merasa bahwa dengan menambahkan kategori baru ini, kami dapat membuat perbedaan kamar di market sekaligus mempertahankan etos kami dalam menyediakan standarisasi dan prediktabilitas yang sama di semua properti RedDoorz - semua dengan harga terjangkau. Tujuan dari kategori baru ini adalah menargetkan business travellers’ yang mencari fasilitas tertentu, seperti koneksi Wifi yang baik, lokasi yang lebih dekat ke pusat bisnis dan fasilitas lainnya. Kami melihat ini sebagai kategori yang kuat saat kami memperluas ke kota-kota Asia Tenggara dengan maraknya business travellers.” ujarnya.

 

 

 

Tag : hotel, ekspansi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top