Petani Bawang Merah Papua Timba Ilmu ke Brebes

Petani bawang merah di Dogiyai, Papua, belajar budi daya komoditas itu dari petani di Brebes, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kapasitas.
Sri Mas Sari | 18 Juni 2018 17:34 WIB
Petani panen bawang merah di Desa Taraban, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/10). - ANTARA/Saiful Bahri
Bisnis.com, JAKARTA -- Petani bawang merah di Dogiyai, Papua, belajar budi daya komoditas itu dari petani di Brebes, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kapasitas.
 
Siaran pers Kementerian Pertanian menyebutkan, di Kabupaten Dogiyai, sudah ada warga yang bertani bawang merah secara turun-temurun, tetapi jumlahnya masih sedikit. Pemkab Dogiyai memberangkatkan enam petani ke Brebes menggunakan dana Otonomi Khusus. 
 
"Kata kunci ramah lingkungan menjadi penting karena tanah di Dogiyai subur, tidak perlu dipupuk, dan dipestisida kimia,” tuturnya.
 
Raymondus Semu, pendamping petani Dogiyai, berharap petani dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang didapat setelah mendapatkan pelatihan, serta menularkannya kepada petani lain di sekitarnya. 
 
Menurut dia, para petani di Dogiyai butuh alat-alat mekanisasi tepat guna semacam kultivator untuk olah tanah. Pertimbangannya, tenaga kerja sangat sedikit dan upahnya mahal. 
 
Mudatsir, pendiri Training Center (TC) Mekar Jaya, Brebes, mengatakan para petani dari Dogiyai diberi pelatihan teori dan praktik lapang di kebun percobaan bawang merah. 
 
“Kami ajarkan juga cara hitungan bisnis dan tata niaganya," jelasnya.
 
Dari pelatihan, petani Dogiyai diharapkan dapat memahami prinsip budi daya bawang merah yang efisien dan ramah lingkungan serta menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi.
 
Training Center dibangun pada Maret 2016 sebagai wadah melayani program pelatihan dan magang bawang merah. Fasilitas akomodasi, ruang kelas, sarana dan bahan ajar, kebun praktik, teknologi budi daya, alat pascapanen, alat pengolahan, dan teknologi penyimpanan, disediakan lengkap untuk praktik.
 
Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi menjelaskan Brebes sudah mengembangkan sistem perbenihan, proses budidaya, pascapanen, pengolahan menjadi bawang goreng, industri pasta dan lain-lain. Bahkan, di kabupaten itu sudah tumbuh eksportir, juga berkembang usaha diklat untuk peningkatan SDM.
 
“Keberhasilan kawasan bawang merah di Jawa ini kita perluas dan direplikasikan ke Luar Jawa. Ke depan di setiap wilayah di luar Jawa harus mampu memproduksi dan memasok kebutuhannya sendiri,” ujarnya.
 
Sejak didirikan hingga sekarang sudah melatih dan magang lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah baik dari Jawa maupun Luar Jawa,” jelas Mudatsir.
Tag : bawang merah, bawang merah, petani
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top