Lebaran 2018, Harga Beras Terpantau Aman

Pasar Induk Beras Cipinang terpantau sepi, pedagang akui Lebaran 2018 tidak ada peningkatan pendapatan signifikan.
Rinaldi Mohammad Azka | 12 Juni 2018 18:20 WIB
Pedagang beras - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar Induk Beras Cipinang terpantau sepi, pedagang akui Lebaran 2018 tidak ada peningkatan pendapatan signifikan.

Menurut pantauan Bisnis, sebagian besar pedagang tidak berjualan dan menutup lapak jualannya pada Selasa (12/6/2018).

Terlihat hanya sebagian toko yang buka. Aktivitas perdagangan pun hanya ramai di beberapa toko dan sisanya sepi.

Ilyas, pemilik Toko Beras H.Ilyas, mengungkapkan mendekati Lebaran 2018 ini penjualan di tokonya berjalan seperti biasa.

"Saya juga bingung, biasanya mendekati lebaran itu pasti ramai, ini sepi-sepi aja," ungkapnya kepada Bisnis.

Dia juga mengungkapkan stok beras mencukupi, sehingga tidak ada penambahan stok khusus untuk Lebaran 2018.

Kondisi ini berbeda dengan yang diungkapkan salah satu pembeli, Tobiin. Dia membeli beras untuk dijual kembali di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurutnya, ada kenaikan cukup besar di tingkat pengecer beras. "Penjualan saya menjelang Lebaran naik tidak banyak, sekitar 25%," jelasnya.

Dari segi harga, menurut pantauan Bisnis, harga beras tidak naik signifikan, untuk beras dengan kualitas medium ada di harga Rp9.300 per liter.

Harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah sebesar Rp9.450 per kilogram.

Kondisi ini mengamini survei yang dilakukan Bank Indonesia terkait tingkat inflasi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan beras menjadi salah satu komoditas yang terjaga harganya menjelang Lebaran.

"Kelompok harga bahan makanan pokok memang rendah, bahkan ada deflasi pada komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang putih, udang, dan minyak goreng," kata Perry, beberapa waktu lalu.

Tag : Harga Beras
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top