Asing Berebut Jadi Operator Kuala Tanjung

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melansir sedikitnya tujuh investor asing berminat menjadi operator Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara.
Rivki Maulana | 08 Juni 2018 15:19 WIB
Kuala Tanjung - bumn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melansir sedikitnya tujuh investor asing berminat menjadi operator Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

BUMN itu akan membuka seleksi pada Juli 2018 untuk menentukan operator terminal multiguna di pelabuhan yang menghabiskan investasi Rp4 triliun tersebut.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan perseroan telah menggandeng tiga perusahaan yang sebagai penasihat, yakni Drewry Consultant, Danareksa, dan PricewaterhouseCoopers (PwC).

Ketiga konsultan ini yang menentukan skema kerja sama pengoperasian terminal multiguna Kuala Tanjung untuk selanjutnya ditawarkan ke calon investor.

Bambang menjelaskan dalam pengelolaan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I akan tetap memegang kendali penuh dengan tidak menjual saham kepada investor asing. Pasalnya, skema yang ditawarkan adalah penjualan hak kelola (right to operate) kepada calon investor.

Dengan skema ini, Pelindo I akan bersandar pada service level agreement dan service level guarantee yang harus dipatuhi operator.

"Jadi, kami tidak jual saham dan juga tidak jual aset. Yang kami jual hanya hak operasinya. Jangka waktunya 15 tahun hingga 20 tahun," ungkap Bambang.

Dia menerangkan calon operator yang berminat merambah Kuala Tanjung berasal dari Qatar, Arab Saudi, Filipina, Prancis, dan Uni Emirat Arab. Selanjutnya peminat juga datang dari Jepang, China, Hong Kong. Dalam aspek pemasaran, operator menjaring sendiri perusahaan pelayaran besar yang akan bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung.

Bambang menuturkan valuasi hak operasi sudah ditentukan dan skema pembayaran di muka ataupun pembayaran bagi hasil operasi sudah dihitung oleh Danareksa. Namun, dia enggan mengungkapkan valuasi dan besaran pembayaran yang akan diterima Pelindo I dari operator yang akan terpilih.

Saat ini, konstruksi tahap pertama Pelabuhan Kuala Tanjung sudah rampung seluruhnya di sisi laut. Pelindo I tinggal menuntaskan akses jalan di sisi darat yang saat ini progresnya mencapai 86,82%. Pada tahap ujicoba yang sudah dilakukan, Pelabuhan Kuala Tanjung sudah menerima kedatangan kapal pesiar  MV Superstar Libra yang berlayar dari Port Klang, Malaysia pada April 2018 lalu.

Menurut Bambang, pada Agustus 2018, tiga unit ship to shore (STS) crane dan delapan unit rubber tyred gantry (RTG) tiba dan dipasang di Pelabuhan Kuala Tanjung.

Pelindo I menargetkan operasional pelabuhan bisa berjalan penuh di kuartal IV/2018. "Saat ini kami juga masih menunggu izin operasi dari Kementerian Perhubungan, seluruhnya persyaratannya sudah kami penuhi," ucapnya.

Untuk diketahui, terminal multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki kapasitas peti kemas sebesar 600.000 TEUs (twenty foot equivalent units). Sementara itu, kapasitas curah cair dan curah kering masing-masing mencapai 3,4 Juta ton dan 1,5 jt ton. Terminal ini memiliki panjang dermaga 1.000 meter dengan trestle yang menghubungkan dermaga dengan bibir panjang sejauh 2,7 km.

Tag : pelabuhan kuala tanjung
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top