Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Bahari Ditargetkan Mampu Gaet 4 Juta Kunjungan Wisman

Pariwisata bahari ditargetkan mampu menyumbang 4 juta wisatawan mancanegara dan meraup devisa sekitar US$4 miliar.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 27 Mei 2018  |  17:02 WIB
Pembukaan World Surf League: Indonesian Surf Series Corona Bali Protected 2018 di Komaneka Resort Pantai Keramas, Minggu (27/5/2018). - Ema Sukarelawanto
Pembukaan World Surf League: Indonesian Surf Series Corona Bali Protected 2018 di Komaneka Resort Pantai Keramas, Minggu (27/5/2018). - Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, GIANYAR — Pariwisata bahari ditargetkan mampu menyumbang 4 juta wisatawan mancanegara dan meraup devisa sekitar US$4 miliar.

Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata Indrojono Soesilo mengatakan olah raga selancar merupakan salah satu wisata bahari yang diandalkan karena sejumlah pantai di Indonesia memiliki ombak yang diimpikan para peselancar dunia.

 "Tahun ini kita menggelar sejumlah kompetisi yang diharapkan akan semakin banyak mengundang peselancar dari seluruh dunia,"  katanya dalam pembukaan World Surf League‎: Indonesian Surf Series Corona Bali Protected 2018 di Komaneka Resort Pantai Keramas, Minggu (27/5/2018).

Menurut Indrojono selama ini para peselancar datang sendiri bahkan memperkenalkan pantai-pantai tersembunyi yang memiliki ombak terbaik untuk berselancar di berbagai wilayah Indonesia.

Indrojono menyebut mulai tahun ini pemerintah memberikan dukungan terhadap kegiatan surfing dan berbagai kompetisi ‎di berbagai daerah.

 Ia mengatakan selancar telah banyak menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara dan tidak tergantung adanya infrastruktur dan daya dukung lainnya. Apalagi, selancar akan mulai dipertandingkan dalam Olimpiade 2020 di Tokyo.

Kata Indrojono para peselancar ‎hanya memerlukan ombak yang tinggi, tak peduli lokasinya terpencil sulit dicapai. Seperti dalam kompetisi World Surf League dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia di Pantai Krui Lampung, para peserta harus  menempuh perjalanan selama 6 jam melewati medan yang cukup berat.

Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah akan memerhatikan keperluan para peselancar di antaranya  koneksi internet berkecepatan tinggi untuk keperluan mengakses data cuaca dan kondisi ombak yang sangat diperlukan.

"Kami telah meminta Telkom untuk menggelar jaringan broadband yang menjangkau lokasi surfing di berbagai daerah," kata Indrojono.

Tipi Jabrik, salah seorang peselancar dunia mengatakan saat ini terdapat 50 juta peselancar di seluruh dunia yanag potensial untuk dibidik ke Indonesia.

Ia yakin dengan dukungan dari pemerintah untuk menggelar berbagai kegiatan dan promosi selancar di luar negeri akan semakin banyak peselanacar yang akan menyerbu berbagai pantai di Indonesia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata bahari
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top