Indonesia Kendaraan Terminal Lakukan IPO, Separuh Dana Untuk Ekspansi

PT Indonesia Kendaraaan Terminal atau IKT akan melepas sebanyak-banyaknya 561.101.600 lembar saham ke publik lewat penawaran umum perdana atau Initial Public Offering, IPO. Masa penawan awal dimulai pada 28 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018.
Rivki Maulana | 25 Mei 2018 16:55 WIB
IPC Car Terminal - indonesiacarterminal.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Indonesia Kendaraaan Terminal atau IKT akan melepas sebanyak-banyaknya 561.101.600 lembar saham ke publik lewat penawaran umum perdana atau Initial Public Offering, IPO. Masa penawan awal dimulai pada 28 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018.

Dalam prospektus yang diterbitka IKT, Jumat (25/5/2018), jumlah maksimal saham yang dilepas setara 30% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. IKT akan menggunakan 50% dana hasil IPO untuk ekspansi usaha, antara lain pengembangan terminal, perluasan tanah, penambahasan kapasitas, dan fasilitas peralatan pendukung.

Sisa dana IPO sebesar 25% lainnya akan digunakan IKT untuk modal kerja dalam mendukung operasional perseroan. Selain itu, 25% dana IPO akan digunakan IKT untuk membayar kontrak sewa lahan jangka panjang di Jakarta Utara seluas 27 hektare. Lahan yang digunakan IKT saat ini merupakan milik induk perseroan, yakni PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). IKT berniat menambah durasi sewa selama 15 tahun.

Per Desember 2017, IKT meraup pendapatan sebanyak Rp422,05 miliar atau tumbuh 34,27%. Pendapatan tersebut berasal dari pelayanan jasa terminal, jasa barang, rupa-rupa usaha, dan pengusahaan fasilitas.

Dalam catatan Bisnis.com, IKT mencanangkanpenambahan kapasitas sebesar 2 juta unit dalam lima tahun di 2023 dari kapasitas eksisting sebesar 500.000 unit.

Direktur Utama IKT, Chiefy Adi sebelumnya mengatakan perseroan perlu menambah lahan 89 hektare agar bisa memenuhi kapasitas tersebut. Saat ini, luas terminal yang dikelola IKT mencapai 31 hektare. Dengan kata lain, IKT akan memperluas lahan hampir tiga kali lipat dengan peningkatan kapasitas

Chiefy menuturkan, tahun ini IKT memproyeksi arus pengiriman kendaraan ekspor bisa lebih tinggi dibandingkan dengan impor. Total volume ekspor IKT tahun lalu mencapai 274.900 unit sedangkan volume impor 84.143 unit. Secara keseluruhan --ditambah volume kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priok--, arus bongkar muat kendaraan IKT pada 2017 mencapai 520.863 kendaraan.

Tag : ipo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top