Penutupan Operasional Bank Hambat Ekspor TPT

Penutupan operasional perbankan selama 10 hari pada periode libur Hari Raya Idulfitri berpotensi menghambat ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), sehingga pengusaha berpeluang menderita kerugan sekitar US$300 juta.
Deandra Syarizka | 23 Mei 2018 20:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Penutupan operasional perbankan selama 10 hari pada periode libur Hari Raya Idulfitri berpotensi menghambat ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), sehingga pengusaha berpeluang menderita kerugan sekitar US$300 juta.

Executive Member Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSYFI) Prama Yudha Amdan menjelaskan, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menutup transaksi pada 11—20 Juni akan membuat proses ekspor via transaksi perbankan terhenti selama 10 hari.

Dia menyebut, nilai ekspor TPT per bulan mencapai US$1 miliar. Artinya, penutupan operasional bank selama 10 hari pada libur Lebaran berpotensi mengakibatkan kerugian hingga US$300 juta.

“Peliburan transaksi perbankan dalam kurun waktu lama tentu kontraproduktif dengan upaya pemerintah menggenjot ekspor, karena tidak ada artinya juga bila pelabuhan buka tapi perbankan tutup,” ujarnya, Rabu (23/5).

Menurutnya, kerugian yang diderita para pengusaha belum termasuk perhitungan modal kerja. Pasalnya, tidak adanya transaksi selama 10 hari mengakibatkan adanya dana terkunci di mana perusahaan tidak bisa memutarkannya kembali sebagai modal kerja.

Mengutip situs resmi BI, operasional bank sentral dinyatakan tutup sejak 11 Juni—18 Juni. Pada 19—20 Juni, bank beroperasi secara terbatas, dimana bagian pelayanan untuk kas dan kliring tetap berjalan.

Terkait hal itu, APSYFI mengusulkan penutupan operasional perbankan cukup H-2 dan H+2 Idulfitri saja, yaitu pada 13,14,18 dan 19 Juni. Durasi libur tersebut dirasa cukup untuk menjaga kondisi perdagangan luar negeri tetap sehat.

Lebih lanjut, Yudha mengaku belum melakukan pertemuan dengan otoritas moneter terkait usulan itu. Namun, dia telah melayangkan surat kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Dalam surat ke Menko Perekonomian, kami minta agar transaksi ekspor bisa berjalan melalui tiga komponen, yaitu logistik, perbankan, dan pelabuhan,” jelasnya.

Sebagai gambaran, nilai ekspor produk TPT Indonesia pada 2017 tercatat sebanyak US$12,53 miliar, meningkat  sebesar 5,95% dari periode sebelumnya dengan total ekspor sebesar US$11,83 miliar pada 2016. Tahun ini, ekspor TPT diproyeksi tumbuh 6%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman menyatakan, keputusan mengenai jadwal operasional Bank Indonesia akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
 
Pihaknya tidak menanggapi mengenai usulan dari APSYFI mengenai libur operasional perbankan yang cukup dilakukan H-2 hingga H+2 lebaran. 
 
"Nanti akan ada pengumuman resmi dari Bl tentang jadwal kliring dan lain-lain untuk liburan lebaran," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tpt

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top