Pembangunan Pusat Logistik Offshore BOMC Dimulai

Perusahaan patungan antara Qube Holding Ltd dan Singatac Engineering Pte Ltd, Bintan Offshore Marine Centre (BOMC), memulai pembangunan kawasan terpadu pusat produksi dan logistik di Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Bintan Utara.
Anggara Pernando | 08 Mei 2018 09:04 WIB
Lokasi pembangunan kawasan terpadu pusat produksi dan logistik di Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Bintan Utara. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, BINTAN -- Perusahaan patungan antara Qube Holding Ltd dan Singatac Engineering Pte Ltd, Bintan Offshore Marine Centre (BOMC), memulai pembangunan kawasan terpadu pusat produksi dan logistik di Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Bintan Utara.

Nantinya, BOMC akan memproduksi peralatan untuk industri minyak dan gas lepas pantai, perkapalan serta industri penerbangan. Adapun BIE merupakan kawasan industri yang dikelola oleh Gallant Venture, perusahaan investasi dari Singapura di bawah Salim Group.

Michael Sousa, Chairman BOMC, menuturkan pihaknya menyiapkan fasilitas pelabuhan greenfield yang sesuai dengan karakteristik proyek offshore. Fasilitas ini meliputi enam dermaga dengan rentang panjang hingga 700 meter dan kolam sandar hingga 10 meter. Selain itu, disediakan pula lahan maupun bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.

"BOMC menawarkan keuntungan ekonomi strategis untuk mendukung proyek lepas pantai melalui lingkungan praktik terbaik dan hemat biaya," katanya, Selasa (8/5/2018).

BOMC menyatakan siap memberikan layanan pelabuhan, logistik, pergudangan, mobilisasi maupun demobilisasi peralatan, penumpukan kapal maupun rig. Kawasan BOMC juga dapat disiapkan menjadi pangkalan untuk operasional di regional, decommissioning, dan laydown.

Perusahaan juga menyediakan jasa agen pelabuhan, manufaktur dan fabrikasi, keahlian teknik, dukungan administrasi, fasilitas manajemen keamanan hingga penyediaan dan pembuangan limbah.

"Perusahaan logistik Australia, Qube, akan menjadi operator yang mengelola fasilitas tersebut melalui kontrak kerjasama jangka panjang," tutur Michael.

Tag : industri
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top