Penerbangan ke Palu Tertunda Lama, Ini Penjelasan Lion

Lion Air memberi penjelasan mengenai penerbangan bernomor JT 720 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK) menuju Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW), yang mengalami keterlambatan panjang (long delay) selama 4 jam dikarenakan cuaca buruk dengan jarak pandang pendek hanya 1 km di Palu.
Jaffry Prabu Prakoso | 27 April 2018 00:12 WIB
Pesawat Lion Air - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Lion Air memberi penjelasan mengenai penerbangan bernomor JT 720 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK) menuju Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW), yang mengalami keterlambatan panjang (long delay) selama 4 jam dikarenakan cuaca buruk dengan jarak pandang pendek hanya 1 km di Palu.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan untuk alasan keselamatan seluruh penumpang dan kru, Lion Air bekerja sama dengan pengelola bandar udara, AirNav, dan pihak terkait setempat, sehingga JT 720 melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) dan mendarat dengan selamat.

"Setelah mendapatkan keterangan mengenai kondisi cuaca di Palu membaik dan aman untuk proses penerbangan, JT 720D lepas landas dari Makassar pukul 10.50 WITA dan mendarat di Palu pada 12.40 WITA," katanya melalui keterangan pers pada Kamis (26/4/2018).

Danang menambahkan penerbangan tersebut menggunakan Boeing 737-800NG beregistrasi PK-LJY, membawa tujuh kru serta 179 penumpang dewasa, dua anak-anak dan empat bayi dengan pimpinan Capt. Thomas Ibau.

Lion Air telah menginformasikan dengan jelas kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak. Dari kejadian ini, rute yang terganggu adalah Palu menuju Cengkareng dan ke Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY).

Lion Air sudah menerbangkan JT 723 dari Palu tujuan Cengkareng pada 13.25 WITA menggunakan pesawat yang sama. Rute ini mengangkut 184 penumpang dewasa, tiga anak-anak, dan lima bayi dengan komando Capt. Sinan Arikan. Pesawat tiba di Cengkareng pukul 15.10 WIB.

Situasi tersebut merupakan force majeure, kondisi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. Namun, Lion Air akan meminimalisir akibat yang timbul, agar jaringan penerbangan lainnya tidak terdampak.

Lion Air memberikan kompensasi sesuai dengan PM 89/2015 pada kategori pertama, kompensasi untuk penumpang berupa minuman ringan.

Kategori kedua berupa minuman dan makanan ringan (snack box), ketiga minuman ringan dan makanan berat (heavy meals), serta biaya ganti rugi untuk setiap pelanggan yang terdampak yaitu  Rp300.000.

"Lion Air mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak atas hal tersebut. Lion Air berkomitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," kata Danang.

Tag : lion air
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top