Ini Dia Senjata Baru Menteri Susi Melawan Penangkapan Ikan Ilegal

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhubungan dengan orang-orang berbahaya dalam menjalani perannya, tetapi hal tersebut tidak membuat Susi berdetak.
Rahmad Fauzan | 25 April 2018 16:07 WIB
Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing di wilayah Laut Natuna, Kepulauan Anambar (28/12/2014). - Antara/Joko Sulistyo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhubungan dengan orang-orang berbahaya dalam menjalani perannya, tetapi hal tersebut tidak membuat Susi berdetak.

Dikutip dari Bloomberg, 20 April, Susi memiliki senjata intimidatif, yakni Google. Bekerja sama dengan perusahaan mesin pencari tersebut, Susi dapat menangkap para penangkap ikan ilegal yang sedang melakukan aktivitasnya dalam waktu seketika, setelah ribuan lokasi diungkap secara online.

Dalam misinya, Susi meyakinkan operator lokal yang berkepentingan dengan pihak luar negeri untuk menghentikan praktik pencurian atas sektor ekonomi yang menyumbang miliaran dolar terhadap pendapatan nasional setiap tahun.

“Anda punya uang, Anda punya kekuasaan, Anda punya jangkauan yang mungkin bisa menggagalkan saya, atau bahkan menyingkirkan saya,” tutur Susi mengingat kembali momen ketika dirinya mengatakan hal tersebut usai dirinya bergabung dengan kabinet Joko Widodo di pemerintahan pada 2014.

“Namun, saya juga tidak akan berhenti,” sambungnya.

Meledakkan Perahu

Setelah memburu para penangkap ikan ilegal dan meledakkan perahu mereka serta disaksikan oleh publik, pendekatan Susi kini semakin canggih.

Susi bekerja sama dengan Google dalam penggunaan satelit untuk mengetahui lokasi para pencuri ikan. Upaya tersebut membuahkan hasil: stock ikan Indonesia berjumlah lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, dan industri (hasil kekayaan laut) yang selama puluhan tahun dijarah oleh pihak asing sekali lagi dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, seperti yang dijanjikan Presiden Joko Widodo akan meningkat 7%.

Bagi negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau, potensi yang dimiliki sangat besar. Sebelumnya, hasil dari penangkapan ikan di Indonesia hanya menyumbang 2,6% untuk pendapatan kotor negara, porsi tersebut meningkat 40% sejak Susi memulai perannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pada saat itu, terdapat sekitar 10.000 perahu yang menangkap ikan di teritorial perairan Indonesia. Susi mengatakan semua perahu tersebut telah dihancurkan.
Bajak Laut Skala Global

Namun, pekerjaan belum berakhir bagi Susi. Dia mengatakan penangkap ikan lokal masih bekerja sama dengan “para bajak laut berskala global” yang menangkap ikan di luar batas wilayah yang diizinkan, kemudian membawa tangkapannya ke tujuan-tujuan yang seluruhnya berada di luar negeri.

Di titik inilah Google mulai beraksi.

“Mereka (penangkap ikan ilegal) masih mencuri dari kami, kami menyaksikannya melalui pemantau Google,” ujar Susi – pemantau Google yang dia sebut adalah Global Fishing Watch, suatu platform pemetaan online yang ikut didirikan oleh Google.

“Mereka menggunakan perusahaan yang berafiliasi dengan Indonesia dan usaha-usaha untuk mengambil tangkapan mereka di beberapa mil di luar zona ekonomi ekslusif, tempat kapal pengawas telah menunggu.”

Sistem Informasi

Tahun lalu, Indonesia menjadi negara pertama yang membagikan sistem informasi perkapalan – data milik pemerintah yang digunakan sebagai monitor jalur maritim – dengan platform pemonitoran internasional yang didirikan oleh Google, Oceana and SkyTruth, dan salah satu donaturnya adalah Leonardo d iCaprio Foundation dan Bloomberg Philanthropies.

Inisiatif Susi tersebut berhasil membuat hampir 5.000 kapal yang sebelumnya tidak terlacak menjadi terlacak. Dia juga menghimbau negara lain untuk mengikuti metode yang ia terapkan, dan tahun lalu Peru memutuskan untuk membuat data perikanan mereka tersedia.

Brian Sullivan, Manager Google Ocean and Earth Outreach, mengatakan informasi yang diperoleh dari Vessel Monitoring System (VMS) Indonesia dimasukkan ke dalam algoritma yang sama dengan yang digunakan Global Fishing Watch untuk memproduksi peralatan analitis yang baru.

Hal tersebut kemudian ditambahkan untuk mambakukan citra satelit untuk menghasilkan jejak yang lebih detail dari aktivitas penangkapan ikan pada saat bersamaan.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
illegal fishing

Sumber : Bloomberg

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top