Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ritel Konvensional harus Punya 4 Kemampuan Ini agar Survive di Era Ekonomi Digital

Pihak penyelenggara Jakarta Fashion and Food Festival 2018 mengadakan Jakarta Business Talk di salah satu hotel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 21 April 2018  |  22:41 WIB
Executive Director Nielsen Company Indonesia Yongky Susilo saat tampil di Jakarta Business Talk, Sabtu 21 April 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan
Executive Director Nielsen Company Indonesia Yongky Susilo saat tampil di Jakarta Business Talk, Sabtu 21 April 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan
Bisnis.com, JAKARTA - Pihak penyelenggara Jakarta Fashion and Food Festival 2018 mengadakan Jakarta Business Talk di salah satu hotel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
 
Jakarta Business Talk merupakan kegiatan berbentuk talkshow yang menjadi rangkaian agenda dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2018 yang digelar atas kerja sama Pemprov DKI dengan PT Summarecon Agung, Tbk.
 
Kegiatan ini mengundang ratusan pelaku usaha ritel dan menghadirkan tiga narasumber, yakni Executive Director Nielsen Company Indonesia Yongky Susilo, President Director Ranch & Farmers Market Meshvara Kanjaya serta Chief Executive Officer Gambaranbrand Arto Soebiantoro. Mereka mengupas fenomena perkembangan e-commerce di Indonesia dan bagaimana peritel konvensional dapat bertahan dan tetap tumbuh meskipun menghadapi maraknya toko online.
 
Chief Executive Officer Gambaranbrand Arto Soebiantoro pada kesempatan itu antara lain mengungkapkan bahwa semakin kecil perusahaan maka akan lebih mudah brand dibangun dan sebaliknya, semakin besar perusahaan, kian sulit pula membangun brand-nya. Karena itu para pengusaha yang masih tergolong UKM untuk tidak perlu merasa khawatir bersaing dengan mereka yang sudah besar, begitu juga terhadap ritel online yang kini sedang menjadi tren atau "happening".
 
"Bisnis hanya akan mampu survive jika memiliki empat kemampuan. Yang pertama adalah adaptif atau mampu beradaptasi, menyesuaikan diri terhadap perubahan internal dan eksternal," ujarnya.
 
Kemudian, lanjut dia, peritel konvensional juga harus mempunyai daya tahan terhadap berbagai kondisi yang terjadi, khususnya pada organisasinya. Ketiga adalah memiliki kelincahan untuk bergerak atau beraktivitas, sumber daya manusia di dalamnya harus bernilai dan berkapasitas di bidang pekerjaannya sehingga dapat produktif.
 
"Dan keempat adalah tidak dapat diimitasi atau ditiru atau langka."
 
Sementara itu dalam kesempatannya tampil, President Director Ranch & Farmers Market Meshvara Kanjaya di antaranya mengatakan bahwa sekarang ini banyak orang memertanyakan keberlangsung ritel offline. Hal itu muncul karena sudah demikian pesatnya perkembangan toko online di Indonesia, terlebih saat ini wanita sudah jauh lebih banyak yang bekerja di kantor dan ketika di rumah sibuk mengurus anaknya sehingga hanya memiliki sedikit waktu untuk berbelanja.
 
"Para peritel konvensional atau offline pun lebih memilih menutup tokonya setelah mengalami kerugian atau menjualnya ke pihak lain."
 
Dia menegaskan bahwa peritel offline akan sangat sulit berkompetisi untuk setiap ragam produk atau untuk semua kelebihan sehingga harus memilih memfokuskan kepada salah satunya. Selain itu, mereka juga harus melakukan pelayanan yang lebih baik dan memberikan pengalaman (experience) lain kepada konsumen saat mereka berbelanja.
 
sebelumnya, Executive Director Nielsen Company Indonesia, Yongky Susilo, meyakini perlambatan atau bahkan penurunan kinerja penjualan ritel konvensional belakangan ini terjadi bukan karena perkembangan e-commerce atau perniagaan online. Namun ada yang perlu dilakukan oleh peritel offline, salah satunya adalah mulai mengedepankan aspek "shopping" daripada "buying".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel bisnis ritel jfff
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top