PPRO Tawari Maskapai Jadi Bulk Buyer Tower di Aerocity Kertajati

PT PP Properti Tbk akan menawarkan sejumlah tower di aerocity Kertajati kepada sejumlah maskapai penerbangan yang akan beroperasi di bandara tersebut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 20 April 2018 16:17 WIB
Rencana induk Kertajati Aerocity - Ilustrasi/skycrapercity.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk akan menawarkan sejumlah tower di aerocity Kertajati kepada sejumlah maskapai penerbangan yang akan beroperasi di bandara tersebut.

Direktur Operasi PP Properti Galih Saksono mengatakan luas proyek hunian di kawasan aerocity Kertajati seluas 150 hektar. Saat ini, Galih menyebutkan ada sekitar 10 hektar lahan yang sudah dipersiapkan perusahaan berkode saham PPRO ini untuk lahan akses menuju bandara.

“Saat ini masterplan kami menyiapkan 4 tower, kita coba tawarkan ke airlines. Misalnya, Lion, atau anak perusahaan lain, Angkasa Pura, mereka butuh office, apartemen, dan lainnya,” ujar Galih di Plaza PP, Jumat (20/4/2018).

Dia menyatakan PPRO berharap dalam satu tahun bisa mendapatkan bulk buyer untuk satu tower. Dia memastikan bahwa tim pembangunan aerocity di Kertajati sudah menyiapkan hal tersebut.

Sebelumnya, Dani Indra Bhatara, Vice President ‎Coldwell Banker Commercial mengatakan aerocity atau aerotropolis berprinsip pengembangan kawasan metropolitan yang berlokasi dan memanfaatkan keekonomian dari bandara sebagai pusatnya.

Dia menilai aerocity ini selain berkonsep residential komersial, bisa juga untuk industri dan pergudangan. Dani menjabarkan fungsi aerocity sebagai penunjang airport secara umum adalah penyediaan hunian, hotel, convention, ritel, pergudangan karena adanya pergerakan logistik.

Namun, Dani menambahlan, jika pengembangannya skala besar ini bisa jadi sebuah kota tersendiri.

Dani menyebut beberapa aerocity juga mengintegrasikan dengan fasilitas tambahan seperti kawasan bisnis seperti perkantoran, hingga kawasan olah raga dan wisata seperti golf, entertainment. Dia beralasan dengan perluasan konsep tersebut, berimbas pada penambahan jumlah pegawai yang akan membuuhkan hunian. Lalu, kehadiran wisatawan atau tamu membutuhkan hunian serupa hotel. Untuk ritel, otomatis membutuhkan gudang.

"Bisa juga create bisnis baru, misalnya industri ringan, tourism, dan entertainment hingga bisnis hub," papar Dani.

Masih ada pula sejumlah usaha lain yang bisa berkembang di kawasan aerocity ini seperti catering dan fasilitas haji atau umroh. Hal ini mengingat Bandara Kertajati memang bertujuan menampung jumlah haji yang terus meningkat di Jawa Barat.

"Kembali dilihat tujuan pengembangan dan dukungan kawasan juga. Bangkitan pengunjungnya di kelas apa, tujuan penerbangannya apa, fungsi apa saja yang di-provide oleh bandara, transportasi lain yang menunjang, hingga kota-kota di sekitar kawasan bandara," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati, ppro

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top