Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Logindo Siap Jual 5 Kapal

PT Logindo Samuderamakmur Tbk berencana menjual lima hingga enam kapal sepanjang 2018 guna meningkatkan efisiensi. Kapal-kapal tersebut dijual karena sudah tidak produktif lagi dan membebani perseroan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 April 2018  |  18:21 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Logindo Samuderamakmur Tbk berencana menjual lima hingga enam kapal sepanjang 2018 guna meningkatkan efisiensi. Kapal-kapal tersebut dijual karena sudah tidak produktif lagi dan membebani perseroan.

Direktur Utama Logindo, Eddy Kurniawan Logam mengatakan tahun lalu perseroan juga telah menjual tujuh kapal karena sudah tidak produktif. Walhasil, tahun ini armada perseroan tersisa 51 kapal dari beragam jenis, mulai dari anchor handling tug, accomodation work barge,utility bat, crew boat, hingga landing craft transport.

"Kapal yang kami jual gak signifikan harganya. Tahun ini kami fokus menggenjot utilisasi dulu," ujarnya selepas paparan publik di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Tahun lalu, Logindo mencetak utilisasi sebesar 47% dari posisi 2016 sebesar 38%. Kenaikan utilisasi tahun lalu semata disebabkan penjualan kapal. Tahun ini , Logindo menargetkan kenaikan utilisasi di level 60%.

Eddy mengatakan, perseroan membidik peningkatan utilisasi terutama dari kapal-kapal high tier karena tarif sewanya yang tinggi. Dia menggambarkan, sewa kapal high tier bisa mencapai US$10.000 per hari, sedangkan kapal dari kelas medium dan low tier hanya berkisar US$1.000 per hari.

Jumlah armada Logindo untuk kapal kelas hight tier mencapai 13 kapal, terdiri dari 3 unit anchor handling tug (AHT), 4 unit anchor handling tug supply (AHTS), 5 anchor handling tug-DP2 (AHTS DP), dan 1 unit platform supply vessel (PSV).

Sepanjang 2017, pendapatan Logindo mencapai US$27 juta atau turun 17% secara tahunan. Penurunan pendapatan disebabkan harga sewa yang juga terkoreksi akibat kelebihan pasokan (oversupply) di industri sewa kapal lepas pantai (offshore).

Berdasarkan jenis kapal, kapal AHTS DP menyumbang pendapatan paling besar dengan pangsa 32%, disusul jenis kapal accomodation work barge sebesar 23%. Adapun berdasarkan klien, Total E&P Indonesie yang masih menjadi operator Blok Mahakam menyumbang 38% pendapatan Logindo. Tahun ini, porsi pendapatan dari Blok Mahakam diestimasi naik menjadi 45%.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kapal
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top