Pengembang Incar Perbankan

Pengembang mengincar kerja sama strategis dengan sejumlah bank dalam pembiayaan konsumen seiring tren penurunan suku bunga KPR.
Anitana Widya Puspa | 03 April 2018 16:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang mengincar kerja sama strategis dengan sejumlah bank dalam pembiayaan konsumen seiring tren penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

CEO Indonesia Property Watch,  Ali Tranghanda mengatakan dulunya memang banyak pengembang yang menggunakan cash bertahap atau cicilan kepada pengembang dari sisi pembiayaan akibat konsumen yang terbebani dengan tingginya suku bunga.Namun, belakangan pembiayaan konsumen bergeser.

"Jika dulunya 28% konsumen masih memilih cash bertahap,  sekarang dari 28% itu hanya15% yang masih pakai.  Sisanya sudah mulai pindah ke perbankan, "katanya kepada Bisnis dikutip Selasa (3/4).

Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi mengatakan di luar negeri  seperti Amerika, Serikat bunga KPR fix bisa lebih rendah, karena pendanaan untuk KPR lazimnya menggunakan dana jangka panjang. Dengan demikian, kata dia, perbankan luar bisa mengetahui dengan pasti cost dalam jangka waktu yang panjang.

Sedangkan Indonesia masih sangat bergantung dengan pendanaan jangka pendek sehingga hampir tidak ada bank yang bisa memberikan bunga fix dalam jangka waktu yang  panjang. Namun saat ini, kata Harun, sejak setahun lalu, bunga KPR sudah cukup lama tidak menyentuh dua digit. 

“Saat ini kita sedang mengalami bunga KPR terendah dalam sejarah,  sehingga menurut saya salah jika ada persepsi bunga KPR masih dua digit,” katanya.

Dia mengatakan dengan suku bunga yang sudah tidak dua digit, maka laju penjualan akhir tahun ini dan tahun depan tentu akan dapat dipacu. Namun pengembang juga harus berhati-hati melakukan keseimbangan pasokan. Pasalnya pasokan dari akumulasi proyek tahun sebelumnya masih banyak.

Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land mengungkapkan kembali menggandeng 12 bank pendukung dalam kerjasama untuk program  Easy Deal yang akan digelar selama bulan April – Juli 2018. 

Hal ini merupakan kali kedua penanda tanganan nota kesepakatan bersama  Bank-Bank pendukung dimana tahun lalu dilakukan dengan delapan Bank pada program “Price Lock”.

Ishak menuturkan dengan kemudahaan pembiayaan  menjadi salah satu strategi  supaya konsumen dapat lebih mudah untuk mencicil DP hingga mendapat tenor cicilan yang panjang bagi hunian yang dikehendaki.

Tag : kredit rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top