Airlangga Kagumi Kerajinan Perak di Kotagede

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengagumi kerajinan perak di Kotagede yang mampu bersaing di pasar internasional karena memiliki berbagai keunggulan seperti desain dan kualitas produknya
Rio Sandy Pradana | 31 Maret 2018 16:02 WIB
Ilustrasi kerajinan perak. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengagumi kerajinan perak di Kotagede yang mampu bersaing di pasar internasional karena memiliki berbagai keunggulan seperti desain dan kualitas produknya

Dia mengatakan kerajinan perak tersebut mampu bersaing di era perkembangan teknologi kendati masih mengandalkan buatan tangan para pengrajinnya dalam proses produksi.

“Ini salah satu bukti talenta kita yang tetap kompetitif," papar Airlangga dalam keterangan resminya, Sabtu (31/3/2018).

Dia menambahkan sektor industri tersebut punya nilai tambah tinggi, mulai dari bahan baku sampai barang jadi. Adapun, nilai tambahnya bisa mencapai di atas 50%.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan Kotagede merupakan salah satu klaster atau kelompok industri kerajinan perak yang sudah lama dikenal dan masih lestari. Pemerintah mendorong sektor yang mayoritas skala industri kecil dan menengah (IKM) ini ke arah klaster karena para pelaku usahanya akan mudah mendapatkan bahan baku dan memasarkan produknya.

Bahkan, kompetensi para pengrajinnya akan semakin meningkat karena mereka berkumpul sehingga bisa terus menjaga keberlangsungan produktivitasnya. Konsep one village one product menjadikan perak sebagai kekuatan Kotagede.

Konsep serupa, lanjut Airlangga, juga dilakukan di tempat lain, seperti industri yang berbasis produk kulit. 

Dia menyampaikan industri kerajinan adalah salah satu sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya. Alasannya, karena mampu menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, berorientasi ekspor, menyerap banyak tenaga kerja, serta didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri kerajinan di dalam negeri terdiri dari lebih 696.000 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang. Sementara itu, sampai dengan November 2017, nilai ekspor produk kerajinan sebesar US$776 juta atau naik 3,8% dibandingkan dengan 2016 yang sekitar US$747 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian perindustrian, kerajinan perak

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top