Sinarmas Land Bidik Pasar Luar Negeri

Perbaikan geliat bisnis properti pasca 2015 mendorong sejumlah pengembang untuk mulai melakukan ekspansi ke luar negeri.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 Maret 2018 07:12 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Perbaikan geliat bisnis properti pasca 2015 mendorong sejumlah pengembang untuk mulai melakukan ekspansi ke luar negeri.

Executive Director and Chief Financial Officer Sinarmas Land Limited Ferdinand Sadeli mengatakan, Sinarmas Land telah memiliki sejumlah proyek properti di luar negeri. Misalnya, proyek di London, Inggris. Kedua, proyek di Cina dan ketiga proyek di Malaysia.

“Saat ini ada di UK, Cina, Malaysia dan semuanya sendiri, [tidak joint venture ataupun joint operation],” ujar Ferdinand kepada Bisnis, Selasa (27/3/2018).

Bisnis mencatat, Sinarmas Land memang mengakuisisi sebuah properti senilai Rp3,6 triliun dari pemilik sebelumnya yaitu Porseferry Property Limited. Pengembang Horseferry Property Limited memiliki bangunan komersial premium di Central London, Inggris, bernama 33 Horseferry Road (33HF). Ada pun akuisisi dilakukan pada Kamis (29/6/2017) lalu.

Sebelumnya, pada 2015, Sinarmas Land mengakuisisi bangunan komersial di pusat kota London bernama Alphabeta Building. Bisnis mencatat nilai akuisisi tersebut mencapai 259,3 juta poundsterling atau ekuivalen dengan Rp5,5 triliun. Ferdinand mengatakan sejumlah akuisisi adalah upaya korporasi semakin eksis di persaingan properti internasional.

Sementara itu salah satu pengembang terbesar di Indonesia, Agung Podomoro Land belum membangun proyek di luar negeri. Assistant Vice Presiden Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya mengatakan perusahaan belum memulai proyek di luar negeri. Saat ini perusahaan masih fokus dengan sejumlah proyek domestik dan pengembangan bank tanah.

“Sejauh ini belum ada,” ungkap Agung kepada Bisnis.

Tag : sinarmas land
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top