Inilah Strategi Pengembang Singapura Hadapi Pelemahan Pasar Properti Indonesia

Melemahnya pasar properti di Indonesia dan sepinya transaksi pembeli mengakibatkan pengembang harus berputar otak untuk menciptakan strategi yang efektif untuk mendapatkan target penjualan.
Finna U. Ulfah | 27 Maret 2018 16:56 WIB
Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera Bill Cheng (dari kiri), Executive Director China State Construction Overseas Development Southeast Asia Wang Ruiming dan Executive Director PT. China State Construction Overseas Development Shaghai Li Jie saat memberikan pemaparan di sela-sela penandatanganan kerja sama main contractor award The Lana Apartement, di Jakarta, Kamis (9/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Melemahnya pasar properti di Indonesia dan sepinya transaksi pembeli mengakibatkan pengembang harus berputar otak untuk menciptakan strategi yang efektif untuk mendapatkan target penjualan.

Bill Cheng, President Director PT Brewin Mesa Sutera, mengatakan pasar properti mulai menurun pada 2015 dan terjadi penekanan pada 2016. Kemudian pada 2017 pasar properti mulai terlihat adanya pemulihan minat dan daya beli pembeli, walaupun bergerak lamban.

“Pasar properti Indonesia tidak pernah separah ini, hal ini terlihat dari penurunan daya beli bahkan tidak adanya transaksi penjualan properti,” ujar Bill di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Untuk menghadapi hal tersebut Bill berusaha untuk menggunakan kemampuan dan keahliannya dalam menjalankan bisnis properti, ia menciptakan beberapa strategi untuk mengendalikan kondisi tersebut.

Bill menungkapkan akan fokus pada kepuasan dan pemenuhan janji kepada pembeli. Brewin Mesa melalui apartemen The Lana memberikan desain dan kualitas bangunan proyek yang dirancang dengan baik. The Lana pun sudah memulai progres pertamanya dengan mulai mendirikan tiang pancang dan pekerjaan pondasi.

Bill juga menambahkan munculnya banyak proyek apartemen di tengah pasar yang melemah berdampak pada sulitnya mendapatkan agen penjualan properti yang berfokus pada proyek The Lana. Oleh karena itu, Brewan Mesa berfokus untuk melatih tim marketing in-house Brewan Mesa agar lebih efektif melakukan penjualan.

Selain itu, Stevie Faverius Jaya, GM Sales and Marketing PT Brewin Mesa Sutera, juga menambahkan apartemen The Lana melakukan roadshow di berbagai daerah seperti Bandung dan Surabaya untuk melakukan penjualan.

Kini The Lana telah menjual 220 unitnya dari total 550 unit yang tersedia dengan kisaran harga Rp1,5 miliar- Rp5 miliar per unit.

Tag : pengembang singapura
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top