Kerjasama FTA dengan Kanada, Asean Makin Diperhitungkan

Asean semakin diperhitungkan sebagai mitra bisnis dan kerja sama ekonomi oleh sejumlah negara mitra, salah satu diantaranya Kanada.
Rayful Mudassir | 27 Maret 2018 00:17 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau disela-sela KTT Asean di Manila, Filipina - Sekretariat Kabinet

Bisnis.com, JAKARTA - Asean semakin diperhitungkan sebagai mitra bisnis dan kerja sama ekonomi oleh sejumlah negara mitra, salah satu di antaranya Kanada.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan kemungkinan kerja sama yang lebih terformat sedang dipelajari melalui studi kelayakan (Joint Feasibility Study/JFS) yang dilakukan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Global Affair Canada.

“Laporan studi kelayakan yang dilakukan oleh ERIA dan Kanada menunjukkan bahwa AseanCanada Free Trade Agreement (FTA) akan membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak. Namun, Asean masih perlu melakukan kajian cost benefit secara komprehensif bagi masing-masing Negara anggota Asean,” ungkap Iman dalam rangkaian pertemuan 2nd Senior Economic Officials' Meeting (SEOM) for 49th Asean Economic Ministers Nusa Dua, Bali seperti keterangan resmi Senin (26/3/2018).

Pelaksanaan studi kelayakan ini merupakan instruksi para Menteri Ekonomi Asean dan Kanada pada pertemuan Asean Economic Ministers (AEM)-Consultation Canada yang diselenggarakan di MVientiane, Laos, Agustus 2016 lalu.

Studi kelayakan dilakukan untuk mengkaji potensi dan mengeksplorasi manfaat ekonomi AseanCanada FTA. Fokus studi diarahkan pada dampak FTA terhadap produk domestik bruto (PDB) dan ekspor serta impor ASEAN dan Kanada sekaligus juga dampak terhadap ekonomi bilateral negara anggota ASEAN termasuk perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi dua arah.

Menurut Iman, hal yang perlu dicermati adalah adanya perbedaan format dan ambisi perjanjian FTA antara Asean dan Kanada. Asean belum menerapkan isu lingkungan, kesetaraan gender, monopoli, transparansi dan bebas korupsi, serta pengadaan barang/jasa oleh Pemerintah (government procurement) dalam setiap elemen kerja samanya.

Sementara itu Kanada sudah terlebih dulu menerapkan isu-isu tersebut. “Hal ini akan menjadi tantangan bagi ASEAN jika harus menerapkan isu-isu itu dalam setiap elemen kerja sama,” imbuhnya.

Iman menyampaikan Kementerian Perdagangan juga telah melakukan kajian untuk melihat dampak Asean-Canada FTA terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia akan memperoleh keuntungan pada level moderat. Manfaat terbesar dapat diperoleh Indonesia apabila perjanjian ini fokus pada pengurangan hambatan nontarif (NTMs) ekspor Indonesia ke Kanada dan perbaikan fasilitasi perdagangan.

Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top