Lahan Bandung Utara Terbatas, Bandung Selatan Diincar

Tahun ini, ekonomi Bandung Selatan akan tumbuh lebih tinggi akibat stimulus yang muncul sebagai dampak langsung adanya tol Soroja, selain dukungan faktor-faktor internal dan eksternal. Kondisi ini akan berdampak pada Bandung selatan sebagai primadona investasi baru.
Anitana Widya Puspa | 23 Maret 2018 15:56 WIB
Perumahan sederhana di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. - Antara/Raisan Al/Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Tahun ini, ekonomi Bandung Selatan akan tumbuh lebih tinggi akibat stimulus yang muncul sebagai dampak langsung adanya tol Soroja, selain dukungan faktor-faktor internal dan eksternal. Kondisi ini akan berdampak pada Bandung selatan sebagai primadona investasi baru.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal mengatakan Bandung selatan akan menjadi primadona investasi baru. Karena lahan di Bandung Utara sudah sangat terbatas dan adanya peraturan KDB (Koefisien Dasar Bangunan), serta isu-isu menyangkut lingkungan, tata ruang hingga resapan air.

Sementara itu, pengembang besar yang mulai mengincar Bandung Selatan adalah Agung Podomoro Land. Pengembang nasional ini telah bersiap meluncurkan hunian bernuansa resor.

Assistant Vice Presiden Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya mengatakan selain fakta  Bandung Selatan sebagai daerah pariwisata, alasan lain yang menarik minat APL menanamkan investasi di wilayah tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan dan sarana transportasi yang massif, serta mendukung penyediaan hunian.

“Kebutuhan hunian di Jawa Barat yang tinggi tidak akan bisa disediakan di kawasan Bandung Utara yang telah ditetapkan sebagai daerah konservasi. Artinya, penyediaan hunian hanya bisa dilakukan di kawasan Bandung Selatan,” jelasnya Kamis (22/3/2018)

Sementara Bandung Selatan dengan potensi ekonomi, pariwisata dan agroindustri, akan semakin berkembang dengan kebijakan pembangunan infrastruktur.

“Kecenderungannya wisatawan akan menghindari daerah yang macet dan lebih memilih lokasi yang bisa digunakan untuk bersantai. Apalagi orang Jakarta,” kata dia.

Selain itu Pengoperasian jalan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja) pada akhir tahun lalu mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung selatan, khususnya Soreang hingga Pataruman, Kopo dan Margaasih. Keberadaan jalan bebas hambatan sepanjang 10.6 kilometer itu memangkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan Kota Bandung. yang biasanya membutuhkan waktu 1,5 jam, diharapkan menjadi kurang lebih 12 menit saja dengan menggunakan tol.

Agung Suryamal, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, menambahkan kondisi tersebut akan mengerek perekonomian Bandung Selatan hingga 30%. “Saya perkirakan angka itu akan dicapai dalam empat atau lima tahun ke depan ,” katanya.

Sektor-sektor yang diperkirakan tumbuh di antara lain; tekstil, pariwisata, pertanian dan agroindustri. Industri tekstil Bandung Selatan akan semakin berkibar karena waktu tempuh pengiriman barang akan semakin efektif,” Agung melanjutkan, pariwisata juga akan naik. Tidak hanya berbasis wisata alam, melainkan juga wisata kreatif layaknya Jatim Park di Jawa Timur, atau museum dengan tema tertentu. Di satu sisi, waktu tempuh yang semakin efektif akan mendorong ekspor tekstil, agroindustri dari Bandung Selatan.

Tag : bandung selatan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top