Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

APLN Maksimalkan Penyerapan Pasar di Bandung Selatan

Sejak mulai dibangun hingga beroperasi, proyek properti selalu menciptakan efek berganda yang besar bagi perekonomian masyarakat sekitarnya.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 27 November 2019  |  06:05 WIB
APLN Maksimalkan Penyerapan Pasar di Bandung Selatan
Gambar kawasan Podomoro Park yang dikembangkan PT Agung Podomoro Land Tbk. di Bandung Selatan. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Agung Podomoro Land Tbk. optimistis dapat menyerap pasar hunian di kawasan Bandung Selatan sebanyak mungkin karena belum banyak pesaing.

Investor Relations PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Wibisono mengatakan bahwa pengembang perumahan di Bandung Selatan belum terlalu banyak sehingga memberi kesempatan lebih besar bagi Podomoro Park untuk menyerap pasar lebih cepat. Apalagi, katanya, APLN mencatat tingginya animo pasar terhadap proyek Podomoro Park.

“Tiga klaster di dalam kawasan Podomoro Park Bandung yang telah dipasarkan mendapatkan respons sangat baik. Sekitar 90 persen dari total unit dalam tiga klaster itu sudah terserap pasar,” kata Wibisono melalui siaran pers, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, Podomoro Park dikembangkan di lahan seluas 130 hektare dengan mengusung konsep harmoni bersama alam (harmony with nature) dengan 3 kawasan hunian utama serta 1 kawasan bisnis. Selain itu, sekitar 50 persen lahan Podomoro Park akan digunakan untuk kawasan terbuka hijau dan danau.

Tak hanya itu, ujar Wibisono, adanya permintaan pasar untuk hunian satu lantai, terutama untuk kebutuhan milenial, mendorong APLN meluncurkan produk hunian terbaru, yaitu klaster Padmagriya, di dalam kawasan hunian resor tersebut.

“Milenial itu kan identik dengan gaya hidup simpel dan praktis sehingga ada kriteria tersendiri dalam memilih hunian. Interiornya simpel dan dominan dengan bentuk-bentuk geometris. Ini kan ciri selera hunian kalangan ini,” ujar Wibisono.

Klaster Padmagriya dibangun dengan gaya arsitektur modern minimalis. Saat ini klaster tersebut dikembangkan dalam dua tipe, yaitu Asoka (6 x 11 meter) dan Ayana (7 x 12 meter). Hunian ini dilengkapi halaman depan rumah dan belakang, serta area joging dan rute bersepeda di tepi danau.

Selain Padmagriya, saat ini Podomoro Park tengah mengembangkan klaster Amagriya Eka dan Amagriya Dwi, serta klaster premium Anapuri.

Lebih lanjut, Wibisono menjelaskan bahwa melalui Podomoro Park, diharapkan wilayah Bandung Selatan dapat tumbuh dan berkembang seperti wilayah lainnya. Lapangan kerja dan peluang ekonomi baru dapat terus bertambah sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat.

“Properti merupakan salah satu katalis utama pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dan negara. Sejak mulai dibangun hingga beroperasi, proyek properti selalu menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian masyarakat sekitarnya,” katanya.

Apalagi, khususnya di Kota Bandung, tengah dibangun proyek infrastruktur yang akan mempermudah dan mempercepat perjalanan dari dan menuju Ibu Kota Jabar itu di antaranya proyek jalan tol layang Jakarta—Cikampek II yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019 ini. Selain itu, ada pula proyek kereta cepat Jakarta—Bandung yang juga sedang dikebut pembangunannya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat juga telah mencanangkan pembangunan lintas rel terpadu (light rail transit/LRT) yang akan mencakup seluruh pelosok Bandung Raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agung podomoro bandung selatan
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top