Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INDEF: Kualitas Belanja Pemerintah Belum Optimal

Bisnis.com, JAKARTA -- Indef berpendapat kualitas dan kinerja belanja pemerintah masih belum optimal, karena belanja pegawai dan belanja barang meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan belanja modal.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 Maret 2018  |  18:34 WIB

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Indef berpendapat kualitas dan kinerja belanja pemerintah masih belum optimal, karena belanja pegawai dan belanja barang meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan belanja modal.

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menagatakan, belanja modal hanya meningkat dari 14,36% pada 2012 menjadi 15,25% pada 2017, bahkan pada 2014 sempat turun menjadi 12,24%.

Adapun, berdasasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja pemerintah pusat pada 2017 adalah Rp1.262 triliun.

"Menurut data ini pemangkasan subsisi BBM yang besar tidak sepenuhnya dialokasikan ke infrastruktur," katanya dalam diskusi Indef, di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Sekedar informasi, belanja modal merupakan pengeluaran anggaran yang digunakan untuk memperoleh atau menambah aset tetap yang memberi manfaat lebih lebih dari satu periode akuntansi, dan belanja tersebut bisa termasuk untuk biaya infrastruktur yang pemerintah alokasikan.

Selain itu, kata Heri, pemerintah juga semakin mengurangi belanja sosial, terlihat dari porsi belanja sosial yang pada 2012 mencapai 7,4% menjadi 4,54%.

"Kondisi seperti ini bisa saja dapat mengakibatkan output perekonomian tidak beranjak dari sekitar 5%," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja pemerintah
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top