Kemenko Maritim: Kualitas Garam Rakyat Harus Ditingkatkan

Kemenko Maritim berpendapat impor garam untuk industri semestinya tidak perlu dipersoalkan. Upaya yang harus dilakukan adalah membuat kualitas garam rakyat memenuhi spesifikasi kebutuhan industri sehingga dapat bersaing dengan garam impor.
Sri Mas Sari | 20 Maret 2018 19:07 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenko Maritim berpendapat impor garam untuk industri semestinya tidak perlu dipersoalkan. Upaya yang harus dilakukan adalah membuat kualitas garam rakyat memenuhi spesifikasi kebutuhan industri sehingga dapat bersaing dengan garam impor.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono mengatakan semua pihak harus mengakui kualitas garam lokal saat ini belum dapat memenuhi kualitas garam untuk industri yang membutuhkan garam berkadar natrium klorida (NaCl) minimal 97%.

Sementara, kualitas garam lokal hanya mengandung NaCl 88%-94%. Dengan demikian, impor garam industri masih dibutuhkan, terutama oleh sekitar 400 unit industri yang masih bergantung pada garam impor.

“Saat ini yang wajib dilakukan oleh pemerintah adalah terus membina dan melindungi para petani garam agar dapat menghasilkan garam dengan kualitas baik. Keberlangsungan ratusan industri dan para petani garam juga terus menjadi fokus perhatian pemerintah,” kata Agung, Selasa (20/3/2018).

Adapun kementerian yang bertugas membina usaha pergaraman rakyat adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Agung berpendapat kepentingan industri dan petambak garam semestinya tidak perlu dibenturkan. Petani garam perlu lebih kreatif, misalnya memproduksi kristal garam yang dapat dipakai untuk industri spa.

"Semoga ada titik terang untuk kita bisa mengembangkan kesejahteraan masyarakat petani garam dengan cara yang lebih bijaksana,” imbuhnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga penting untuk melindungi petani garam dari tengkulak yang merugikan. Menurut dia, tengkulak bisa menimbun garam dan mengendalikan harga. Dengan pengawasan ketat, pemerintah bisa mengontrol harga sekaligus menolong para petani garam serta menghindari kelangkaan garam

Tag : garam, garam impor
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top