Kondisi Infrastruktur Rentan, Disrupsi Logistik Mendesak Ada

Indonesia dituntut mendisrupsi logistik melihat kondisi infrastruktur yang sangat rentan dan minimnya sumber daya manusia.
Jaffry Prabu Prakoso | 18 Maret 2018 21:24 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia dituntut mendisrupsi logistik melihat kondisi infrastruktur yang sangat rentan dan minimnya sumber daya manusia.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan disrupsi logistik tidak bisa dihindari dengan perkembangan ekonomi digital melalui revolusi industri 4.0 atau generasi keempat.

“Disrupsi logistik akan memberikan lompatan ke depan untuk solusi penurunan biaya logistik,” katanya kepada Bisnis, Minggu (18/8/2018).

Dampak revolusi industri terhadap logistik ditandai dengan penggunaan Internet secara umum. Di dalamnya mencakupi penggunaan Internet of Thing (Iot), big data, cloud environment, radio frequency identification (RFId) system, dan cyber physical system.

Indonesia sendiri baru bisa menerapkan komputasi awan (cloud environment) dan IoT karena tidak melanggar dari sisi peraturan.

Cloud environment memiliki keuntungan pengaturannya yang mudah dan tidak perlu membeli perangkat serta tempat penyimpanan untuk perangkat.

Sementara IoT berfungsi sebagai sensor yang dipasang untuk memantau sebuah tempat atau barang melalui Internet. Tentu ini akan mempermudah pekerjaan karena bisa dicek secara langsung dari mana saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, Revolusi Industri 4.0

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top