Jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru Rampung 2025

PT Hutama Karya (Persero) menargetkan pembangunan jalan tol PadangBukittinggiPekanbaru seluruhnya selesai pada 2025.
Yanita Petriella | 12 Februari 2018 06:05 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) di sela-sela peresmian pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, di Jalan Bypass Kilometer 0, Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/2/2018). - Setkab/Anggun

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) menargetkan pembangunan jalan tol Padang—Bukittinggi—Pekanbaru seluruhnya selesai pada 2025.

Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan bahwa panjang jalan tol tersebut nantinya membentang sepanjang kurang lebih 244 kilometer.

Pembangunan pada tahap pertama dimulai dari Padang—Sicincin sepanjang 28 kilometer. Peletakan batu pertama jalan tol tahap pertama ini telah dilaksanakan pada akhir pekan lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Proyek jalan tol yang juga masuk dalam daftar proyek strategis nasional (Perpres No. 58/2017) ini pengerjaannya akan dilakukan ke dalam beberapa tahapan hingga 2025.

“Tahap pertama Padang—Sicincin, kemudian dari Sicincin ke Payakumbuh sepanjang 78 kilometer, Payakumbuh—Pangkalan sepanjang 45 kilometer, lalu dari Pangkalan ke Bangkinang sepanjang 56 kilometer, dan akhirnya Bangkinang—Pekanbaru sepanjang 37 kilometer,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (11/2/2018).

Putra menuturkan bahwa total keseluruhan investasi Padang—Bukittinggi—Pekanbaru adalah Rp78,09 triliun. Adapun, pembangunan tahap pertama ruas Padang—Sicincin membutuhkan Rp4,88 triliun.

Khusus untuk seksi 3 Payakumbuh—Pangkalan, lanjutnya, pendanaannya direncanakan diperoleh dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan peminjaman langsung oleh Hutama Karya.

“Selain direct lending, direncanakan juga akan ada pinjaman ke pemerintah khusus untuk konstruksi terowongan di seksi ini sebanyak lima buah dengan total Panjang 8,95 kilometer,” kata Putra.

Ruas tol Padang—Bukittinggi—Pekanbaru merupakan bagian dari 24 ruas yang ada pada jalan tol Trans-Sumatra.

Jalan tol yang dikerjakan melalui penugasan pemerintah kepada Hutama Karya (Perpres No. 100/2014 & Perpres No. 117/2015) ini dikerjakan secara pararel sejak 2014.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top