Pascadiberi Sanksi oleh Pemerintah, Ini Komitmen Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berkomitmen melakukan perbaikan dalam pelaksanaan konstruksi proyeknya setelah mendapat teguran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Irene Agustine | 09 Februari 2018 06:20 WIB
Foto suasana proyek pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi) dari ketinggian di Cigombong, Jawa Barat, Minggu (5/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berkomitmen melakukan perbaikan dalam pelaksanaan konstruksi proyeknya setelah mendapat teguran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) Shastia Hadiarti mengatakan bahwa surat teguran yang dilayangkan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR kepada pihaknya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian perbaikan untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan konstruksi.

"Tentunya masukan dan teguran menjadi pelajaran berharga bagi Waskita sebagai perbaikan ke depannya kepada seluruh aspek, baik proses pelaksanaan pekerjaan maupun kepedulian lebih terhadap keselamatan kerja," kata Shastia kepada Bisnis, Kamis (8/2/2018).

Selain melakukan perbaikan internal, Shastia menjelaskan bahwa Waskita juga akan melibatkan tim ahli independen untuk meningkatkan kinerja perseroan.

"Kami juga melibatkan tim ahli independen dari beberapa unsur perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja Waskita," jelasnya.

Kementerian PUPR menyatakan telah memberi sanksi berupa teguran kepada Waskita Karya atas banyaknya kecelakaan konstruksi yang  terjadi pada area kerja perseroan itu dalam beberapa bulan terakhir.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menegaskan bahwa surat teguran tersebut diberikan kepada Waskita terutama untuk kecelakaan konstruksi yang terjadi pada proyek Kementerian PUPR yang sedang dikerjakan perseroan. Sejumlah kecelakaan konstruksi proyek yang dikerjakan Waskita itu ialah di jalan tol Bogor—Ciawi—Sukabumi pada 22 September 2017, jalan tol Pasuruan—Probolinggo pada 29 Oktober 2018, dan jalan tol Pemalang—Batang pada 2 Januari 2018.

Surat teguran tersebut berisi instruksi untuk memperbaiki sistem pengerjaan dan pengawasan pada proyek pemerintah yang dikerjakan emiten konstruksi tersebut.

Tag : waskita karya, kecelakaan kerja
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top